Di atas secarik kertas itu, tertulis tiga frasa yang kemudian dikenal sebagai trilogi sumpah pemuda, yaitu satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Selanjutnya Soegondo memberi paraf pada secarik kertas itu yang menyatakan setuju, dan diikuti oleh anggota lainnya yang menyatakan setuju juga. Akhirnya ikrar sumpah pemuda dibacakan oleh Soegondo dan diikuti oleh semua peserta.
Selain dikenal sebagai tokoh sumpah pemuda, M Yamin juga salah satu perintis puisi modern Indonesia. Tercatat puluhan karya sastranya baik berbentuk puisi, cerpen, naskah drama, bahkan novel ditelurkannya.
Hingga pada 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun, M Yamin tutup usia. Beragam penghargaan pun pernah menghampiri tokoh bangsa ini di antaranya Bintang Mahaputra RI, tanda penghargaan tertinggi dari Presiden RI atas jasa-jasanya pada nusa dan bangsa.
Tanda penghargaan dari Corps Polisi Militer sebagai pencipta lambang Gajah Mada dan Panca Darma Corps, dan terakhir Tanda penghargaan Panglima Kostrad atas jasanya menciptakan Pataka Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.