Penyerangan tersebut berbuntut panjang dengan munculnya serangkaian ancaman pembunuhan. Dan karena Indira takut terbunuh, ia kemudian memindahkan pengawalnya yang telah lama ikut bersamanya, Beant Singh untuk dipindahkan ke tempat lain karena. Indira tahu jelas bahwa Beant Singh adalah seorang Sikh.
Namun rencana itu kemudian dibatalkan karena Indira mengaku telah mempercayai Beant Sing yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Hal ini jelas menjadi kesalahan fatal bagi keduanya yang pada akhirnya sama-sama meregang nyawa. Satwant Singh yang bertahan hidup kemudian diadili dan dihukum pada 1986 dan dijatuhi hukuman mati.
Satwant kemudian dieksekusi pada 1989. Setelah pembunuhan terhadap Indira terjadi, kerusuhan pecah di New Delhi dan lenih dari 1.000 orang Sikh yang tidak bersalah terbunuh dalam serangan tanpa pandang bulu yang berlangsung selama 2 hari. Putra Indira Ghandi, Rajiv Ghandi kemudian menggantikannya sebagai perdana Menteri.
(Rufki Ade Vinanda)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.