nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Swasembada Program Nuklir, Arab Saudi Akan Ekstrak Sendiri Sumber Daya Uraniumnya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 31 Oktober 2017 03:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 31 18 1805418 demi-swasembada-program-nuklir-arab-saudi-akan-ekstrak-sendiri-sumber-daya-uraniumnya-XqitsgZthT.jpg

ABU DHABI – Arab Saudi berencana untuk mengekstrak uranium di dalam negeri sebagai bagian dari program nuklirnya. Rencana ini dianggap sebagai langkah maju ke arah swasembada dalam bidang produksi bahan bakar atom.

Pimpinan King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy (KACARE), sebuah badan pemerintah Saudi untuk urusan perencanaan nuklir, Hashim bin Abdullah Yamani mengatakan, mengekstrak uraniumnya sendiri adalah langkah yang masuk akal dari perspektif ekonomi. Namun, dia tidak menjelaskan apakah Arab Saudi juga akan memperkaya dan memproses kembali uraniumnya, sebuah langkah sensitif yang memungkinkan uranium untuk digunakan dalam bidang militer.

Arab Saudi menegaskan bahwa energi atom mereka hanya akan digunakan untuk tujuan yang damai dan untuk mendiversifikasikan pasokan energinya. Negeri Petrodolar itu akan memberikan kontrak konstruksi untuk dua pembangkit listrik tenaga nuklirnya di akhir 2018.

"Mengenai produksi uranium di kerajaan, yang merupakan langkah pertama kita menuju swasembada dalam memproduksi bahan bakar nuklir," kata Yamani sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (31/10/2017).

Reaktor atom membutuhkan uranium yang diperkaya sampai sekitar 5 persen kemurnian namun teknologi yang sama dalam proses ini juga dapat digunakan untuk memperkaya logam berat ke tingkat yang lebih tinggi, ke kelas senjata. Isu ini menjadi inti kekhawatiran Barat dan regional mengenai kesepakatan nuklir Iran, musuh Arab Saudi.

Arab Saudi akan menjadi negara kedua di kawasan Teluk yang memanfaatkan tenaga nuklir setelah Uni Emirat Arab (UEA). Abu Dhabi akan memulai pengerjaan reaktor nuklir pertamanya yang dibangun oleh Korea Selatan pada 2018. UAE telah berkomitmen untuk tidak memperkaya uraniumnya sendiri dan tidak mengolah kembali bahan bakar nuklir yang telah digunakan.

Yamani mengatakan, Arab Saudi akan segera mengeluarkan undang-undang untuk program nuklirnya dan akan menyiapkan semua peraturan untuk mengatur nuklirnya pada kuartal ketiga 2018. Negara itu sedang mempertimbangkan untuk membangun sekira 17,6 gigawatt kapasitas nuklir pada 2032, setara dengan sekira 17 reaktor. Rencana itu menjadikan Arab Saudi salah satu prospek terbesar dalam industri nuklir yang tengah lesu setelah bencana nuklir 2011 di Jepang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini