Image

Usut Video Porno Diduga Eks Mahasiswi UI, Polisi Periksa Tubuh Hanna Anisa Besok

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 31 Oktober 2017, 13:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 31 338 1805689 usut-video-porno-diduga-eks-mahasiswi-ui-polisi-periksa-tubuh-hanna-anisa-besok-AbgFNw9nC0.jpg Video mesum diduga mahasiswi UI (Istimewa)

JAKARTA - Polisi masih terus menelusuri video adegan pornografi yang diduga dilakukan alumnus Universitas Indonesia (UI), Depok, Hanna Anisa dengan kekasihnya, Farhan. Untuk memastikan keaslian video itu polisi akan memeriksa tubuh Hanna Anissa.

Kapolres Depok Kombes Herry Heryawan menyampaikan, pemeriksaan tubuh Hanna Anissa itu untuk dicocokan dengan sosok pemeran yang ada dalam video yang mendadak viral tersebut. Di mana dia mengaku punya bekas jahitan di bagian dadanya. Bekas luka itu nantinya akan dicocokkan dengan yang divideo itu.

"Hanna (Anisa) akan diperiksa badannya, sesuai tidak. Rencananya sih besok," kata Herry di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Sediannya, polisi telah memanggil Hanna Anisa dan Farhan terkait beredarnya empat video yang diduga mirip dengan keduanya. Dalam keterangannya, mereka kompak tidak mengakui tiga video tersebut. Satu dari empat video yang beredar itu berupa instastory yang disebut-sebut sebagai akun Instagram milik Hanna Anissa.

"Kita sudah periksa Hanna Anisa dan pacarnya, Farhan. Tiga dari empat video yang beredar tak diakui keduanya, itu bukan mereka," jelas Herry.

Untuk memperkuat pengakuannya itu, Hanna Anisa menunjukkan akun Instagram miliknya yang asli. Hanna Anissa menimpal, akun Instagram yang belakangan muncul yang terdapat tulisan 'tolong video saya itu dihapus' itu bukan miliknya alias palsu.

Sementara satu video lagi, polisi masih belum minta konfirmasi kepada Hanna Anisa maupun Farhan, karena polisi menduga video milik orang lain yang kebetulan dilaporkan di Polda Kalimantan Timur yang hanya kebetulan dikait-kaitkan dengan Hanna Anisa.

"Kemungkinan tiga video itu terkait laporan polisi di Polda Kalimantan Timur, disitu kita juga koordinasi. Satu lagi masih kita dalami, kita libatkan ahli untuk melihat latar belakangnya di mana, digital forensiknya, dan gesturenya," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini