Setelah AS meledakkan bom hidrogen tersebut, para penentang pengembangan bom hidrogen, termasuk J. Robert Oppenheimer, memperkirakan bahwa senjata yang lebih dahsyat akan dengan cepat muncul. Pasalnya, perlombaan senjata belum berakhir. Mereka menduga bahwa Soviet akan segera mengikutinya.
Dugaan tersebut pun benar-benar terjadi. Uni Soviet meledakkan sebuah perangkat termonuklir pada tahun berikutnya dan pada akhir 1970-an.
Bahkan, senjata termonuklir itu tak hanya dibuat oleh AS dan Uni Soviet. Tujuh negara lainnya tercatat telah ikut membangun bom hidrogen setelah AS menjadi negara pertama yang meledakkannya. Akibatnya, perlombaan senjata nuklir telah mengambil langkah maju yang menakutkan. (DJI)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.