Image

Tekan Myanmar Selesaikan Krisis Rohingya, Menlu AS Siap Bertolak ke Naypyidaw

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017, 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 03 18 1807913 tekan-myanmar-selesaikan-krisis-rohingya-menlu-as-siap-bertolak-ke-naypyidaw-e6r44ebHOa.jpg Menlu AS, Rex Tillerson. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, akan pergi ke Myanmar dalam waktu dekat. Kunjungan ini dilakukan untuk mendorong pemerintah Myanmar mengakhiri kekerasan yang terjadi terhadap warga Rohingya.

Sebagaimana diwartakan CNN, Jumat (3/11/2017), Tillerson dijadwalkan mengunjungi Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw, untuk bertemu pemimpin senior dan pejabat setempat. Mereka akan membahas upaya guna menangani krisis kemanusiaan di Rakhine State.

“Tillerson akan mendesak para pemimpin untuk membuat pengungsi Rohingya dapat kembali ke Negara Bagian Rakhine dengan cara yang sepenuhnya aman dan sukarela," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS.

BACA JUGA: Tegas! AS Nyatakan Pemimpin Militer Myanmar Bertanggungjawab Atas Krisis Rohingya

Kunjungan tersebut akan dilakukan pada 15 November, setelah Tillerson mendampingi Presiden AS, Donald Trump, melakukan tur 10 hari di Asia. Selain ke Myanmar, ia juga akan datang ke China, Korea Selatan, Jepang, Filipina, dan Vietnam.

"Perjalanan enam negara sekretaris tersebut dilakukan untuk menunjukkan komitmen pemerintah terhadap aliansi dan kemitraan di Asia Pasifik serta menyoroti keterlibatan berkelanjutan AS dalam Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan East Asia Summit (EAS) mengenai isu-isu regional yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama,” bunyi pernyataan Deplu AS.

BACA JUGA: Kepada Panglima Militer Myanmar, Menlu AS Desak Penghentian Kekerasan atas Muslim Rohingya

Belakangan ini, Menlu AS itu memang semakin fokus dengan krisis yang terjadi di Rakhine State. Ia mengutuk serangan yang dilakukan oleh warga Rohingya di Myanmar.

"Apa yang paling penting bagi kita adalah dunia tidak dapat hanya diam dan menjadi saksi atas kekejaman yang dilaporkan terjadi di wilayah tersebut," kata Tillerson.

BACA JUGA: Kejam! Bukti Baru Amnesty Internasional Tunjukkan Pasukan Myanmar Sengaja Singkirkan Etnis Rohingya

Dalam beberapa pekan terakhir, Tillerson juga berbicara dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, melalui sambungan telefon. Ia juga menghubungi kepala militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Saat menghubungi Min Aung Hlaing, Tillerson mendesaknya untuk mendukung pemerintah Myanmar dalam mengakhiri kekerasan di Rakhine. Ia juga memintanya untuk tidak membiarkan etnis Rohingya melarikan diri pulang ke wilayah tersebut. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini