nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selamat! Sudan dan Sudan Selatan Sepakat untuk Akhiri Ketegangan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 04 November 2017 14:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 04 18 1808432 selamat-sudan-dan-sudan-selatan-sepakat-untuk-akhiri-ketegangan-IGIEqqRIao.jpg Presiden Sudan Omar Al Bashir (ki) dan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (ka). (Foto: Reuters)

KHARTOUM – Setelah bertahun-tahun berseteru, Presiden Sudan, Omar al Bashir dan Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir akhirnya menandatangani kesepakatan baru untuk meredakan ketegangan antara kedua negara. Kesepakatan itu ditandatangani dalam kunjungan dua hari Presiden Kiir ke Sudan untuk membahas masalah penting yang tertunda antara kedua negara.

BACA JUGA: Sudan Selatan Jadi Negara Terbaru

Presiden Al Bashir mengatakan, kedua kepala negara memiliki keinginan politik yang kuat untuk mengimplementasikan perjanjian sebelumnya dan kesepakatan yang ditandatangani pada kunjungan Presiden Kiir. Mereka menegaskan komitmennya untuk berhenti mendukung oposisi militer dan politik terhadap satu sama lain.

"Kami yakin bahwa pilihan terbaik bagi rakyat adalah bekerja sama, setelah menjalani masa sulit di mana kita telah membayar harga yang mahal," kata Al Bashir sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (4/11/2017).

Kedua presiden tersebut menandatangani sebuah pernyataan bersama yang mencakup percepatan kesepakatan kerja sama, membentuk komisi perbatasan, membentuk komite konsultasi politik dan mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Sudan Selatan. Secara ekonomi, kedua negara sepakat untuk meluncurkan kembali operasi di ladang minyak yang terkena dampak konflik dan perang, menyelesaikan hutang dan mendukung sektor swasta Sudan Selatan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Sudan Selatan untuk pertama kalinya setuju membayar hutangnya kepada Sudan mulai 31 Desember, tanggal yang disetujui sebagai permulaan implementasi kesepakatan.

BACA JUGA: Sanksi Ekonomi Dicabut, Pemerintah Sudan Ucapkan Terima Kasih kepada AS

Sudan Utara dan Selatan terlibat dalam perang saudara yang telah mengakibatkan tewasnya jutaan nyawa sebelum Sudan Selatan akhirnya melepaskan diri dan memproklamirkan kemerdekaan pada 2011.   

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini