Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting.
"Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," ungkap JK.
Forum silaturrahmi Pengurus dan Mahasiswa ATMI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto.
"ATMI bisa menjadi contoh untuk memperbaiki kualitas BLK di daerah lain," imbuh JK.
Menanggapi hal ini, Hanif mengungkapkan saat ini Kemnaker tengah menggenjot pelatihan vokasi di BLK dan terus membenahi sarana dan prasarana pelatihan. Kemnaker terus melakukan percepatan peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja melalui program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) BLK.