BERANI berbuat, berani bertanggung jawab. Akibat dianggap bertanggung jawab atas kondisi perang di Asia Pasifik, tujuh orang pejabat militer dan pemerintah Jepang, dijatuhi hukuman mati lewat pengadilan internasional untuk kejahatan perang di Tokyo, pada 12 November 1948.
Delapan hari sebelumnya, persidangan berakhir setelah digelar selama 30 bulan. Hakim menyatakan bahwa 25 orang terdakwa terbukti bersalah melanggar hukum dan undang-undang perang. Dari 25 orang terdakwa, hanya tujuh yang dijatuhi hukuman gantung.
Melansir dari History, Minggu (12/11/2017), selain tujuh orang tersebut, 16 orang lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara itu, dua orang sisanya dijatuhi hukuman penjara yang lebih ringan, tetapi tidak diketahui berapa lama.
Namun, ada yang berbeda dalam jalannya persidangan. Berbeda dengan sidang bagi terdakwa pelanggaran kejahatan perang di Jerman, pengadilan di Tokyo hanya dipimpin oleh satu hakim kepala, yakni Joseph B. Keenan dari Amerika Serikat (AS). Sebagai informasi, pengadilan di Nurenberg dipimpin oleh empat hakim kepala yang mewakili Inggris, Prancis, AS, dan Uni Soviet.
Meski demikian, negara-negara lain turut mendukung jalannya persidangan. China mendukung penuh jalannya sidang sementara Australia mengirimkan jaksa William Flood Webb. Proses hukum itu memvonis para terdakwa tanpa pandang bulu.
Salah satu yang dijatuhi hukuman mati adalah mantan Perdana Menteri (PM) Jepang periode 1941-1944, Hideki Tojo. Ia dihukum mati bersama Iwane Matsui, tokoh di balik pemerkosaan dan pembantaian massal di Nanking (Nanjing), China, dan Heitaro Kimura yang menyiksa tawanan perang dari pasukan Sekutu secara brutal.
Selain persidangan di Tokyo, sidang terkait kejahatan perang juga digelar di luar negeri. Sebanyak 5.000 orang Jepang dinyatakan bersalah atas kejahatan perang internasional. Sebanyak 900 orang di antaranya turut divonis mati.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.