nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akbar Tanjung Sebut Munaslub Cara Efektif Kembalikan Citra Golkar

ant, Jurnalis · Minggu 19 November 2017 04:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 19 337 1816569 akbar-tanjung-sebut-munaslub-cara-efektif-kembalikan-citra-golkar-6BTCVEBwv6.jpg Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung (Foto: Ist)

MEDAN - Politisi senior Akbar Tanjung menyarankan pengurus DPP Partai Golkar segera menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) terkait status hukum yang dihadapi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

"Yang paling efektif, paling memiliki legitimasi tinggi dan efektif melalui Munas," kata Akbar di sela menghadiri Munas ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Medan Sumatera Utara Sabtu 18 November 2017.

Akbar mengatakan, pengurus DPP Golkar harus segera mengambil langkah dampak dari penetapan status Setya Novanto sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik terhadap elektabilitas partai.

(Baca Juga: Gelar Pleno Pekan Depan, Golkar Berharap Akhir Tahun 'Badai Beringin' Selesai)

Saat ini, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar itu mengungkapkan, hasil survei menunjukkan elektabilitas partai berlambang pohon beringin menurun dengan raihan 6 persen.

"Yang saya takutkan raihannya empat persen kalau kurang dari empat persen maka Golkar tidak akan memiliki perwakilan di DPR karena di bawah ambang batas," ujar mantan Menteri Sekretaris Negara era Presiden BJ Habibie itu.

Akbar menyatakan, Golkar harus mencari pengganti Setya Novanto sebagai ketua umum dengan memilih pemimpin yang tidak terkontaminasi masalah hukum. Selain itu, pemimpin Golkar harus membawa tema baru dan tidak berkepentingan pribadi.

Akbar optimis citra Golkar akan kembali membaik jika seluruh kader berjuang dan komitmen membawa perubahan menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Akbar menambahkan, Setya Novanto juga lebih baik fokus menjalani proses hukum usai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

Terlebih menurut Akbar, nama sejumlah perusahaan keluarga Setya Novanto disebut terlibat proyek KTP elektronik pada persidangan.

(Baca Juga: KPK: Pemindahan Setya Novanto ke Rutan Tunggu Hasil Medis)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini