Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penahanan Setya Novanto Tak Ganggu Manuver Golkar di Pilkada 2018

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 19 November 2017 |05:45 WIB
Penahanan Setya Novanto Tak Ganggu Manuver Golkar di Pilkada 2018
Ketua DPP Golkar Yahya Zaini (Partaigolkar.go.id)
A
A
A

JAKARTA - Penahanan Ketua Umum Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut tidak berdampak pada prosesi pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di seluruh daerah, khususnya Pulau Jawa.

"Tidak ada masalah, semua berjalan sesuai aturan yang ada," kata Ketua DPP Golkar Yahya Zaini kepada Okezone, Minggu (19/11/2017).

Yahya menerangkan, pada Pilgub Jabar, Golkar terus melakukan komunikasi intensif dengan mitra koalisi guna memenangkan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien.

(Baca Juga: Akbar Tanjung Sebut Munaslub Cara Efektif Kembalikan Citra Golkar)

Menurut dia, Golkar berharap nama Daniel bisa diterima oleh mitra koalisi sehingga memudahkan Ridwan Kamil dalam mengambil keputusan.

"Kursi Golkar paling banyak, 17 kursi, wajar kalau wakil diberikan ke Golkar. Dukungan dan kekuatan Golkar sangat penting bagi kemenangan RK," terangnya.

Secara geopolitik, pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien disebut sangat tepat. Sebab, Ridwan mewakili daerah Parahiyangan, sementara Daniel mewakili daerah Pantura.

"Sehingga peluang untuk menang sangat besar," ucap Yahya.

Sementara itu, pada Pilgub Jateng belum ada perkembangan signifikan yang dihasilkan partai berlambang pohon beringin itu. Posisi Golkar, sambung Yahya, hanya mampu menyodorkan kadernya menjadi calon wakil gubernur.

"(Yang disodorkan menjadi cawagub Jateng) ada anggota DPR Noor Ahmad, Firman Subagyo, Bowo Sidik Pangarso atau dari unsur perempuan Aryanti Dewi yang dikenal dekat dengan Keraton Solo," ungkapnya.

Di sisi lain, pada Pilgub Jatim, Golkar sudah mengerucutkan nama-nama untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa, yakni Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Namun, berdasarkan hasil survei, nama Emil lebih melejit ketimbang Ipong untuk mendampingi Khofifah.

"Golkar, Demokrat, Hanura dan PPP setuju Emil. Nasdem masih bertahan ke Ipong. Survei terakhir Emil paling tinggi elektabilitasnya dibanding cawagub yang lain," pungkas Yahya.

(Baca Juga: Gelar Pleno Pekan Depan, Golkar Berharap Akhir Tahun 'Badai Beringin' Selesai)

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement