nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Perwira TNI Tolak Naik Pangkat Usai Bebaskan Sandera di Timika, Alasan Mereka Bikin Terenyuh

Saldi Hermanto, Jurnalis · Minggu 19 November 2017 14:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 19 340 1816686 5-perwira-tni-tolak-naik-pangkat-usai-bebaskan-sandera-di-timika-alasannya-bikin-terenyuh-k7bR9o2HM9.jpg Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyalami prajuritnya yang naik pangkat (Saldi/Okezone)

TIMIKA – Sebanyak 58 prajurit TNI naik pangkat karena berhasil membebaskan 1.300 warga yang dilokalisasi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun, ada lima perwira TNI menolak kenaikan pangkat luar biasa tersebut.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, kelima perwiranya menolak dinaikkan pangkat karena mereka menganggap tidak pantas mendapatkan penghargaan sebesar itu, sebab keberhasilan operasi pembebesan sandera di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua adalah berkat kerja keras anak buahnya.

Kelima perwira berjiwa kesatria tersebut adalah Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin selaku Komandan Bantuan Kompi Senapan B; Lettu Inf Agung Damar P selaku Danunit 2/1/1/13 Kopassus; Lettu Inf Sukma Putra Aditya selaku Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus; Kapten Inf Sandra SP selaku Danki Intai Tempur; dan Lettu Inf Akhmad Zainuddin selaku Danyon Taipur 1/A.

(Baca juga: Berhasil Bebaskan 1.300 Sandera di Timika, 58 Prajurit TNI Naik Pangkat Luar Biasa)

Usai memimpin upacara kenaikan pangkat di Kampung Utikini, Tembagapura, Gatot membeberkan, kelima perwira tersebut menyampaikan langsung kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono bahwa mereka tidak bersedia menerima penghargaan.

Sebab, menurut mereka, keberhasilan operasi pembebasan sandera di wilayah Tembagapura adalah keberhasilan anak buahnya dan sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai komandan memimpin operasi.

"Kelima perwira ini menyampaikan kepada Bapak Kasad, bukan kepada saya. Menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah milik anak buahnya. Jadi, sepantasnya kenaikan pangkat hanya anak buahnya, bukan perwiranya," tutur Gatot, Minggu (19/11/2017).

(Baca juga: Ratusan Warga yang "Disandera" KKB di Timika Berhasil Dibebaskan, Ini Foto-fotonya)

Meski menolak kenaikan pangkat, kelima perwira TNI tersebut mengaku siap bertanggung jawab jika operasi militer pembebasan sandera yang dilaksanakan beberapa hari lalu gagal. "Tetapi kalau gagal, tanggungjawab kami (kelima perwira),” ujar Gatot meniru ucapan kelima perwiranya.

Mendengar jawaban itu, Gatot mengaku terharu dan bangga dengan sikap kestria kelima perwiranya. “Itulah yang membuat saya terharu, luar biasa mereka," ujarnya.

Meski mereka menolak naik pangkat, Gatot mengatakan dirinya sebagai pimpinan TNI tetap akan memperhatikan dan mengapresiasi keberhasilan anak buahnya.

"Tetapi kami memperhatikan juga pendidikan mereka. Jadi mereka tidak mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa bukan karena bukan haknya, tetapi karena mereka meminta. Karena keberhasilan hanya milik anak buah dan kegagalan menjadi tanggung jawab mereka," terang Gatot.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini