Menurut Dedi, Partai Golkar jauh mengalami masa-masa yang lebih sulit dari sekarang. Dia memaparkan, masa paling sulit yang pernah dialami Golkar terjadi pada 1998, 1999, dan 2003.
"Jauh dibanding Golkar tahun 98, 99, dan 2003. Golkar mendapat tekanan berat, dianggap bagian Orde Baru. Mempertahankannya berdarah-darah, benderanya dibakar," papar Dedi.
Lebih jauh Dedi menyebut, saat ini Golkar sebetulnya sudah bisa memahami diri dan melihat perkembangan zaman. Sehingga secara perlahan Golkar bisa kembali ke posisi atas.
"Yang menarik adalah ketika ada sentimen, publik respons dengan baik, berbenah untuk berubah, berarti publik ini memiliki harapan untuk pilih Golkar kembali. Maka harus cepat elite DPP memberikan respons. Ini aspirasi di akar rumput," tutup Dedi.
(Erha Aprili Ramadhoni)