BUENOS AIRES – Pencarian sebuah kapal selam Argentina yang hilang sejak 15 November terhalang angin kencang di Atlantik Selatan. Keluarga dari 44 awak kapal masih berharap kerabat mereka masih hidup meski kemungkinannya semakin menipis.
BACA JUGA: Cadangan Oksigen Awak Kapal Selam Argentina yang Hilang Hanya Tersisa untuk 2 Hari
Kapal selam Angkatan Laut Argentina (ARA) San Juan diketahui hanya memiliki cadangan oksigen untuk tujuh hari saat melaporkan posisi terakhirnya di 483 kilometer lepas pantai Argentina. Keluarga dari awak kapal berharap San Juan mungkin berhasil naik sampai kedalaman periskop setelah dilaporkan menghilang dan dapat mengisi tangki udaranya
Diwartakan Reuters, Senin (27/11/2017), badan ramalan cuaca Argentina mengeluarkan peringatan adanya angin kencang dengan kecepatan 50 sampai 90 kilometer per jam tiupan yang keras di Provinsi Chubut, di mana para tim pencari memulai upaya pencarian kepal selam tersebut.
Sebelumnya, sebuah laporan adanya suara keras dan tiba-tiba yang terdeteksi di bawah permukaan laut di dekat posisi terakhir San Juan, menunjukkan kemungkinan adanya ledakan yang terjadi di dalam kapal selam tersebut, diduga karena masalah kelistrikan. Sebagian keluarga awak San Juan menolak mempercayai keluarga mereka telah tewas dan meyakini mereka akan kembali dalam keadaan hidup, sementara sebagian lain merasa harapan telah menipis.
Upaya pencarian juga dibantu oleh angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang mengerahkan kendaraan bawah air nirawak atau kapal selam mini yang dilengkapi sonar. Sebuah pesawat Rusia dilaporkan tiba di Argentina pada Jumat, 24 November dan membawa perlengkapan pencarian yang mampu menjangkau kedalaman hingga 6.000 meter di bawah permukaan laut.
BACA JUGA: Terdapat Laporan Ledakan di Area Kapal Selam Argentina Dinyatakan Hilang
Selain kedua negara tersebut, upaya pencarian internasional juga mencakup sekira 30 kapal dan pesawat yang diawaki oleh 4.000 personil dari 13 negara termasuk Brasil, Cile dan Inggris.
(Rahman Asmardika)