SAAT Nazi menguasai Eropa, ancaman lebih besar mengintai kaum orang kerdil. Nyatanya, banyak di antara mereka yang biasa dipanggil kurcaci ini berhasil bertahan hidup dari kamp kematian.
Untuk diketahui dalam Aksi T4 yang digagas Nazi, lebih dari 300 ribu orang binasa. Aksi ini menargetkan para penyandang cacat, penderita gangguan mental, atau mereka yang memiliki gangguan pertumbuhan. Semua meregang nyawa di kamp konsentrasi.
BACA JUGA: Jeffrey Hudson, Kurcaci Penentang Perbudakan
Sebelum terjadi perang, di Rumania, tinggal satu keluarga kurcaci yang senang menari, bernyanyi, dan bermain instrumen mini. Keluarga Ovitz, yang punya nama panggung Liliput Troupe, kerap bepergian ke Hungaria, Rumania, dan Cekoslowakia untuk tampil menggunakan berbagai bahasa seperti Yahudi, Rusia, dan Jerman.
Pada 1940, terbit aturan rasial yang melarang orang Yahudi untuk menampilkan hiburannya. Keluarga Ovitz pun tak punya pilihan selain menyembunyikan status Yahudi-nya.
Cara itu rupanya bertahan cukup lama untuk mempertahankan 12 anggota Liliput Troupe. Hingga pada 12 Mei 1994, tujuh anggota yang merupakan kurcaci ditangkap dan mulai mengalami siksaan kamp Auschwitz.
Sementara mereka yang selamat adalah orang-orang berbadan normal meski sejak itu, hidupnya tak bertahan lama. Mereka menemui ajal di depan regu tembak Schutzstaffel (SS) milik Nazi.
Para Ovitez yang dikirim ke Auschwitz, mulai hidup dalam ketakutan karena harus dihukum mati akibat masalah pertumbuhan. Mereka tinggal menghitung hari untuk menemui ajalnya.
Salah satu anggota yang masih hidup, Perla Ovitz, bercerita saat itu mereka didorong ke dalam ruangan yang mereka kira penuh gas beracun. Ternyata eksekusi mereka terganggu oleh malaikat kematian Auschwitz sendiri, Dokter Josef Mengele.
Mengele memang senang "mengoleksi" orang-orang yang berbeda secara fisik. Dia menganggap mereka spesial karena keluarga Ovitz tidak semuanya kurcaci.
Penelitian keluarga Ovitz lebih ke genetika, karena Mengele memang senang bereksperimen dengan anak kembar dan orang kerdil. Karena ini juga, mereka menjadi aman dengan alasan penelitian.
Makanan yang lebih baik dan pakaian terjaga pun diterima mereka. Rambut keluarga Ovitz pun sengaja tidak digunting karena Mengele membutuhkannya untuk diteliti aspek pertumbuhannya.
Melihat peluang itu, narapidana kerdil lainnya mulai mengaku-ngaku saudara keluarga Ovitz. Mengele terpesona, rasa ingin tahunya semakin besar hingga menekan keinginan membunuhnya.
Karena selalu kekurangan "kelinci percobaan", Mengele merawat para kurcaci dengan sangat hati-hati. Namun bukan berarti keluarga Ovitz dan semua saudara palsunya terbebas dari perlakuan buruk.