Share

5 Tokoh Politik Dunia yang Tewas Dibunuh

Selasa 05 Desember 2017 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 18 1825709 5-tokoh-politik-dunia-yang-tewas-dibunuh-razRrRYnjP.jpg Mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh. (Foto: Reuters)

MANTAN Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh menjadi salah satu tokoh politik dunia yang tewas dibunuh oleh lawan politiknya.

Pembunuhan terhadap pemimpin politik dan negara telah banyak terjadi sepanjang sejarah. Motif pembunuhan tersebut bermacam-macam, mulai dari motif agama, politik, militer dan perbedaan ideologi.

Berikut ini beberapa di antara banyak tokoh politik dunia yang tewas dibunuh sepanjang sejarah:

1.Benazir Bhutto

Foto: Reuters

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama Pakistan. Ia menjabat sebanyak dua kali, yakni pada 1988-1990 dan 1993-1996. Pemimpin Partai Rakyat Pakistan ini merupakan tokoh perempuan paling terkenal dalam sejarah negara yang mayoritas penduduknya muslim tersebut.

Bhutto selalu menyuarakan keprihatinan terhadap masalah-masalah kaum perempuan Pakistan dalam kampanye-kampanyenya. Ia berjanji untuk memperbaiki kesejahteraan kaum perempuan dengan membentuk stasiun-stasiun polisi, pengadilan, dan bank pembangunan khusus perempuan. Akan tetapi janji tersebut tak pernah terealisasikan selama dua masa jabatannya

Di masa pemerintahan Bhutto jugalah kaum Taliban memperoleh tempat yang menonjol di Afganistan karena mendapat dukungannya. Ia memberikan bantuan keuangan untuk dan mengirim sejumlah tentara Pakistan ke  Afghanistan karena menganggap mereka mampu menstabilkan Afghanistan. 

Bhutto terbunuh pada 27 Desember 2007 dalam aksi penembakan saat ia baru saja meninggalkan Liaquat National Bagh di Rawalpindi dalam rangka kampanye pemilihan umum 2008.

2.Muammar Khadafi

Foto: Reuters

Muammar Abu Minyar al-Qaddafi adalah penguasa Libya sejak 1969 hingga 2011. Ia menjadi pemimpin Libya setelah merebut kekuasaan dengan cara kudeta militer. Setelah berhasil merebut kekuasaan, ia memberlakukan ideologi yang disebut "Teori Internasional Ketiga",  kebebasan masyarakat Libya dibatasi dan keluarganya juga mengambil alih sebagian besar perekonomian Libya.

Kekuasaan selama 42 tahun itu membuatnya menjadi pemimpin negara non-kerajaan dan pemimpin penguasa Arab terlama. Ia menjuluki dirinya sendiri sebagai ‘The Brother Leader’, ‘Guide of Revolution’, dan ‘King of Kings’.

Diam-diam ia mensponsori teror dan kegiatan politik lainnya di seluruh dunia dari sebagian pendapatan negaranya. Sebuah gerakan demonstrasi menentang Khadafi menyebar di seluruh negeri yang dipicu oleh kebangkitan dunia Arab.  Pengadilan Pidana Internasional mengeluarkan surat penangkapan Khadafi atas kejahatan kemanusiaan. Asetnya yang bernilai miliaran dolar di seluruh dunia dibekukan.

Seorang pejabat Dewan Transisi Nasional melaporkan bahwa Khadafi telah ditangkap di Sirte. Khadafi tewas akibat terluka parah di kepala dan kedua kakinya pada 20 Oktober 2011. Mayat Khadafi dan putranya dipertontonkan kepada publik di sebuah pendingin daging di pasar di Kota Misrata. Kemudian jasadnya dimakamkan di sebuah tempat rahasia di gurun.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

3. Raja Faisal bin Abdulaziz

Foto: Wikipedia

Faisal bin Abdul Aziz bin Abdurraman as-Saud atau dikenal juga sebagai Raja Faisal merupakan Raja Arab Saudi dari 1964-1975. Di bawah kepemimpinannya, ia berhasil menyelamatkan keuangan negara serta melakukan moderenisaasi dan reformasi, seperti pan-Islamisme, anti komunis, dan pro-Palestina.

 Ia dikenal sebagai pemimpin yang saleh dan sangat memperhatikan kepentingan rakyat. Banyak program-program baru dan perubahan yang dilakukanselama masa pemerintahannya, seperti menghapuskan perbudakan, melakukan penghematan kas kerajaan, penyederhanaan gaya hidup keluarga kerajaan dan membuat sumur sedalam 1200 meter sebagai sumber air tambahan untuk warga.

Ia tewas ditembak keponakannya sendiri, Faisal bin Musaid yang menyamar sebagai delegasi Kuwait di pertemuan kerajaan pada 25 Maret 1975. Saat sang raja ingin menyambutnya, Musaid segera mengeluarkan pistol dan menembaknya sebanyak 3 kali.

4.  Rafik Hariri

Foto: Reuters

Rafik Bahaa El Deen Hariri adalah seorang pengusaha miliarder dan seorang politikus asal Lebanon. Ia menjabat sebagai perdana menteri sebanyak dua kali. Periode pertama pada tahun 1992 hingga 1998 dan periode kedua dari 2000-2004. Ia dianggap berjasa membangun kembali Beirut setelah kota itu hancur akibat perang sipil.

 Ia mengundurkan diri sebagai perdana menteri di tengah krisis politik yang disebabkan oleh perpanjangan masa jabatan Presiden Emile Lahoud. Ia juga menyatakan tidak akan mencalonkan diri untuk memimpin pemerintahan lagi.

Hariri dianggap sebagai dalang dalam korupsi yang melanda Lebanon selama masa pendudukan Suriah. Kekayaannya berjumlah 1 miliar dolar AS dan meningkat menjadi lebih dari 16 miliar dolar AS saat ia meninggal. 

Pada 14 Februari 2005, Ia tewas akibat bahan peledak berkekuatan 1000 kilogram TNT meledak saat iring-iringan mobilnya melewati Hotel St. George di Beirut.

5. Ali Abdullah Saleh

Foto: Reuters

Ali Abdullah Saleh adalah Politisi Yaman yang berkuasa setelah Presiden Ahmad al-Ghasmi terbunuh. Ia terpilih menjadi Presiden Yaman Utara pada 17 Juli 1978 dan dilantik menjadi presiden baru setelah penggabungan dua bagian negara Yaman pada 22 Mei 1990. Kekuasaannya berakhir akibat banyaknya protes rakyat yang tak puas dengan pemerintahannya yang korup pada 2011.

Setelah tak lagi menjabat sebagai presiden, ia bersekutu dengan Kelompok Houthi (Ansar Allah) pada 2015 pada kancah perang saudara di Yaman. Kemudian, ia menyatakan mengundurkan diri dari koalisi dengan Houthi pada Desember 2017 dan berbalik memihak mantan musuhnya, Arab Saudi.  

Pengkhianatan itu membuat pejuang gerakan Houthi marah dan menyerang rumah Salih di Sana’a pada 4 Desember 2017. Media Iran memberitakan bahwa Salih tewas dalam perjalanan ke Ma’rib setelah sebuah granat menghantam kendaraannya, sumber lain mengatakan militan Houthi melepaskan serangkaian tembakan ke arah kepala dan badan Saleh hingga menewaskannya. (Griska Laras/Magang).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini