Lebih lanjut, Khotamil menegaskan GP Ansor Kabupaten Madiun dengan tegas menolak pembangunan Tugu Demokrasi yang ada di depan kantor DPRD. Dia meminta bangunan tugu itu segera dibongkar.
Dia menegaskan bangunan tugu tersebut tudak ada sangkut pautnya dengan kebudayaan dan peradaban Indonesia. Seharusnya pemerintah bisa membangun tugu yang sesuai dengan karakteristik dan sejarah bangsa Indonesia.
“Kita punya sejarah sendiri. Kebudayaan di Singosari dan Majapahit tidak ada yang seperti itu. Itu bukan kebudayaan bangsa kita,” jelas dia. Setelah ada protes ini, tegas Khotamil, DPRD harus berani mengambil sikap untuk merobohkan bangunan tugu tersebut.
Dia menuturkan sejak tugu itu telah membentuk sebuah bangunan utuh, masyarakat Madiun resah dan ada keberatan.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.