KIEV – Kepolisian Ukraina kembali menangkap mantan Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, pada Jumat 8 Desember malam waktu setempat. Penangkapan tersebut memicu protes massal di Kiev pusat oleh para pendukung Saakashvili yang belum lama ini baru saja dibebaskan dari tahanan.
Jaksa Agung Ukraina, Yuriy Lutsenko menuturkan, Saakashvili saat ini sudah ditahan oleh polisi dan dijebloskan ke fasilitas tahanan sementara. Mantan Gubernur Oblast Odessa itu dicurigai mendukung organisasi kriminal hingga akhirnya diciduk polisi.
“Seperti yang dijanjikan, aparat keamanan melakukan upaya keras untuk menghindari kekerasan ekstrem dan pertumpahan darah,” tulis Lutsenko lewat akun Facebook, mengutip dari Reuters, Sabtu (9/12/2017).
BACA JUGA: Dikejar Jaksa, Mantan Presiden Georgia Coba Lompat dari Atap Rumahnya
Drama penangkapan kembali Saakashvili sempat mencuri perhatian dunia. Sebab, ia sempat melompat dari atap rumahnya pada Senin 4 Desember demi menghindari penangkapan polisi. Namun, Mikheil tetap berhasil ditangkap keesokan harinya.
Sekutu sekaligus kompatriotnya asal Georgia, Davit Sakvrarelidze, mendesak agar warga Kiev turun ke jalan memprotes penangkapan kembali Saakashvili. Ia menuduh Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, sudah berubah menjadi seorang diktator.
BACA JUGA: Balas Dendam, Mantan Presiden Georgia Bersumpah Sulut Kudeta di Ukraina
“Hari ini Poroshenko menghancurkan seluruh catatan dan masuk dalam buku sejarah sebagai seorang diktator yang melakukan hal seperti ini terhadap oposisi,” ujar Davit Sakvrarelidze di dekat sebuah pusat penahanan di Kiev.
Ajakan itu disambut oleh ratusan pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat fasilitas penahanan tersebut. Mereka meneriakkan yel-yel yang berisi permintaan agar Saakashvili dibebaskan sambil dikelilingi oleh polisi antihuru-hara yang berjaga-jaga.
BACA JUGA: Tragis! Eks Presiden Georgia Kini Tidak Punya Kewarganegaraan
Mikheil Saakashvili diketahui pernah menjadi sekutu Petro Poroshenko. Bahan, Poroshenko mengangkatnya sebagai Gubernur Oblast Odessa pada 2015. Namun, pria berusia 49 tahun itu dipaksa mundur karena hubungan dengan pihak berwenang Ukraina semakin memburuk.
Status kewarganegaraan melalui dekrit khusus yang diberikan Poroshenko juga sudah dicabut. Dengan demikian, Mikheil Saakashvili tidak memiliki satu kewarganegaraan pun setelah melarikan diri dari Georgia. Presiden Georgia periode 2004-2013 itu dituduh terlibat dalam sejumlah tindakan kriminal hingga menjadi buronan pemerintah.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.