Share

Erdogan: Terkait Yerusalem, AS Langgar Hukum Internasional

ant, · Minggu 10 Desember 2017 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 10 18 1828055 erdogan-terkait-yerusalem-as-langgar-hukum-internasional-kNFjLeOAzR.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel bertolakbelakang dengan hukum internasional dan resolusi PBB.

"Dewan Keamanan PBB telah melakukan tindakan besar untuk memukul pengumuman ini," kata Erdogan dalam satu pertemuan di Istanbul, Sabt, 9 Desember.

BACA JUGA : Dukung Palestina, Ratusan Muslim Salat di Depan Gedung Putih

Ia mengatakan pengumuman mengenai Jerusalem tersebut telah membuat AS berbenturan dengan Resolusi 478 Dewan Keamanan, yang mengutuk upaya pencaplokan Israel atas Jerusalem Timur. Erdogan mendesak negara anggota PBB untuk menarik misi mereka dari Jerusalem.

"Bagaimana mungkin? Anda membubuhi tandatangan dan sekarang anda membantahnya," kata Erdogan.

"Memimpin dunia tidak mudah dan menjadi kuat tak memberi anda hak ini," kata Erdogan mengenai Pemerintah AS yang pada Rabu, 6 Desember mengubah kebijakan yang telah lama dipegangnya dengan mengumumkan keputusannya untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memulai prosedur pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

"Para pemimpin negara besar bertugas mewujudkan perdamaian, bukan menciptakan konflik," kata Presiden Turki tersebut.

Erdogan juga menuduh Israel menjadi negara pendudukan, melakukan perluasan bertahap wilayah Israel dari 1947 sampai hari ini di peta yang terlihat di layar.

"Sekarang, dengan kekuatan polisinya, mereka menyerang anak-anak dan pemuda, dan menybar teror," kata Erdogan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Sekali lagi, ia menggambarkan Jerusalem sebagai garis merah buat Dunia Islam.

Erdogan telah mengancam akan memutukan hubungan diplomatik dengan Israel dan menyerukan pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Islam di Istanbul pada 13 Desember.

BACA JUGA : Inggris dan Prancis Tak Setuju dengan Keputusan AS Soal Yerusalem

Status Jerusalem termasuk di antara masalah inti yang berkaitan dengan konflik Palestina-Israel, sementara rakyat Palestina berusaha mendirikan negara merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini