Share

Kenakan Syal Tradisional Palestina, Ratusan Umat Islam Salat di Depan Gedung Putih Protes Status Yerusalem

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Sabtu 09 Desember 2017 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 09 18 1827883 kenakan-syal-tradisional-palestina-ratusan-umat-islam-salat-di-depan-gedung-putih-sebagai-bentuk-protes-terkait-yerusalem-yhhSx8fGBm.jpg Umat Islam di AS gelar salat jumat di depan Gedung Putih. (Foto: EPA)

WASHINGTON - Ratusan umat Islam di Amerika Serikat (AS) menggelar salat jumat di depan Gedung Putih sebagai bentuk protes terkait Yerusalem. Sebagaimana diketahui pada Kamis 7 Desember, Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memicu kecaman dari berbagai pihak.

Para jamaah menggelar tikar sebagai alas ibadah di sebuah taman yang posisinya tepat di hadapan Gedung Putih. Mereka kompak mengenakan syal keffiyeh tradisional Palestina yang juga memiliki warna dan motif senada dengan bendera Palestina. Selain itu, mereka juga membawa plakat yang isinya mengecam kependudukan Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

BACA JUGA: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza dan Sebabkan 2 Orang Bersenjata Tewas

Usai salat, para jamaah menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina. Aksi ini dikomandoni oleh organisasi Islam di Negeri Paman Sam. Mereka meminta Presiden Trump untuk menarik keputusannya yang dinilai telah memicu konflik itu.

"Trump tidak memiliki sebidang tanah Yerusalem dan Palestina, dia memiliki Menara Trump, dia dapat memberikannya kepada orang Israel," ujar Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Nihad Awad.

BACA JUGA: Menlu AS: Status Final Yerusalem Terserah Israel-Palestina

Bersama dengan tokoh-tokoh Muslim terkemuka lainnya yang turut dalam demonstrasi tersebut, Awad meminta, presiden berusia 72 tahun itu untuk mengutamakan kepentingan Amerika, bukan kekuatan asing dan sekutunya. Seorang peserta demo lainnya, Zaid al-Harasheh, mengatakan, keputusan Negeri Paman Sam tentang Yerusalem itu tidak dibuat untuk perdamaian. Dan justru lebih banyak menciptakan kekacauan.

Sebagaimana diketahui, pengakuan AS tentang Yerusalem telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Pada Jumat 8 Desember, bentrokan pecah antara ribuan orang Palestina dan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat. Sedikitnya 2 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat bentrokan tersebut.

BACA JUGA: Terkait Yerusalem, Inggris-Prancis Tidak Sependapat dengan AS

Israel telah melakukan aneksasi Yerusalem dari Palestina pada perang Enam hari pada 1967. Tindakan aneksasi tersebut tidak diakui oleh dunia internasional. Negara Yahudi itu menganggap Yerusalem sebagai Ibu Kota yang tidak terbagi, namun warga Palestina meyakini jika Yerusalem adalah bagian dari mereka dan telah diduduki secara ilegal. Yerusalem sendiri berada dalam status hukum dan politik khusus (status quo) sesuai dengan resolusi PBB.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini