Selain itu, mengenai nama lain yang muncul sebagai calon ketua umum, Dedi melihat itu hal yang biasa namun calon harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan.
“Mbak Titiek, atau nama lain silakan saja, tetapi harus juga dipahami, bahwa yang disebut aklamasi bukan berarti tidak ada calon lain, ada calon lain nggak papa. Tapi ketika syarat menjadi calon itu harus 30 persen, kemudian tidak ada yang memenuhi maka itu aklmasi namanya,” pungkasnya.
Sebelumnya, tiga pimpinan ormas pendiri Golkar yakni mendesak parat berlambang pohon beringin itu segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari pengganti Setya Novanto yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.
Ketiga pimpinan ormas pendiri Golkar yang kemudian disebut Trikarya itu yakni Ketum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin, Ketum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Roem Kono dan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Agung Laksono.
"Kami mendorong agar hal ini dapat dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 20 desember 2017 ini sudah bisa dilaksanakan Munaslub ini," kata Agung Laksono di kediamannya, Cawang, Jakarta Timur.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.