Indonesia dan Eropa Tegaskan Dukungan terhadap Status Quo Yerusalem

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 12 Desember 2017 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 12 18 1828886 indonesia-dan-eropa-tegaskan-dukungan-terhadap-status-quo-yerusalem-pU7daVhcBU.jpg Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi berbincang dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi (Foto: Kementerian Luar Negeri/Twitter)

PALESTINA tidak sendirian dalam memperjuangkan Yerusalem. Dukungan terus mengalir dari berbagai penjuru dunia setelah Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember 2017 yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel 

Kecaman terhadap pengakuan tersebut terus berdatangan bagi AS dan juga Presiden Donald Trump. Namun, kecaman dan keprihatinan tidak ada artinya tanpa langkah nyata. Hal itu dipahami benar oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi.

Diplomat kelahiran Semarang itu bertolak menuju Amman, Yordania, pada Minggu 10 Desember guna membahas persiapan KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang digelar 13 Desember mendatang di Istanbul, Turki. Isu Yerusalem menjadi fokus utama dalam KTT Luar Biasa tersebut.

Dalam kunjungan ke Amman, Menlu Retno Marsudi berjumpa dengan Menlu Yordania, Ayman Safadi. Ia mengajak Yordania agar memperkuat perjuangan diplomasi, baik secara bilateral maupun unilateral, untuk mencegah negara lain mengikuti jejak AS mengakui Yerusalem atau memindahkan kedutaan.

“Pernyataan unilateral Amerika Serikat mengenai status Yerusalem tidak akan mengubah komitmen kuat diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap Menlu Retno sebagaimana dikutip dari keterangan pers yang diterima Okezone, Selasa (12/12/2017).

BACA JUGA: Kunjungi Yordania Bahas Yerusalem, Menlu Retno Serukan Perjuangan Diplomasi untuk Kemerdekaan Palestina

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu juga mendorong Yordania agar mengambil langkah guna meyakinkan negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk melakukannya. Kepada Menlu Safadi, Menlu Retno menyampaikan bahwa masyarakat internasional harus terus berpegang kepada status quo Yerusalem yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dukungan akan konsensus internasional terkait Yerusalem tersebut juga disampaikan Kepala Urusan Politik Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini. Perempuan asal Italia itu bahkan menyampaikan dukungan tersebut di hadapan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

BACA JUGA: Dikunjungi PM Israel, Uni Eropa Kukuh Hormati Konsensus Internasional Yerusalem 

Mogherini menyampaikan, Uni Eropa berkomitmen penuh mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota baik bagi Israel maupun negara merdeka Palestina. Sebagaimana diketahui, Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika kelak merdeka, sementara Israel mengklaim seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota yang resmi.

Mantan Menteri Luar Negeri Italia itu menegaskan bahwa UE tidak akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagaimana yang dilakukan Negeri Paman Sam. UE memilih untuk melanjutkan konsensus internasional terkait status Yerusalem.

BACA JUGA: Netanyahu: Palestina Harus Terima Kenyataan Yerusalem Ibu Kota Israel 

“UE dan negara-negara anggota akan terus menghormati konsensus internasional Yerusalem hingga status final kota suci itu tercapai, lewat negosiasi langsung antara kedua belah pihak,” ujar Federica Mogherini.

Namun, Benjamin Netanyahu justru menyatakan bahwa keputusan AS adalah sebuah pengakuan terhadap realita. Sebelumnya, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ketua Partai Likud itu mengeluarkan pernyataan yang sama. Netanyahu menyatakan bahwa Palestina harus menerima fakta pahit bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel secara historis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini