Image

Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 02:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826424 pemerintah-as-resmi-umumkan-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-VoUxPhBhei.jpg Presiden AS, Donald Trump umumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (Foto: BBC)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan bahwa Negeri Paman Sam resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden berusia 72 tahun itu menekankan bahwa keputusan tersebut pada dasarnya merupakan 'langkah yang telah lama terlambat.'

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Dan hari ini, saya melakukannya," ujar Presiden Trump sebagaimana dikutip dari The Guardian Kamis (7/12/2017).

BACA JUGA: Terkait Status Yerusalem, Trump Telefon Pemimpin Negara-Negara Arab

Melansir Sky News, dalam pidato singkatnya yang digelar di Gedung Putih, pria nomor satu di Negeri Paman Sam itu juga memastikan Kedutaan Besar AS akan segera pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem. Presiden Trumpmenegaskan jika kebijakan ini juga menjadi bagian dalam upaya mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.

"Amerika Serikat mendukung solusi dua negara jika disetujui oleh kedua belah pihak. Kami tetap berkomitmen untuk membantu memfasilitasi kesepakatan damai yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Saya berniat melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk membantu menempa kesepakatan itu," imbuh Presiden Trump.

BACA JUGA: Raja Maroko dan Presiden Palestina Bahas Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, setidaknya membutuhkan 3 tahun untuk proses pemindahan kedutaan besar AS ke Yerusalem. Yerusalem Timur dianeksasi oleh Israel setelah Perang Enam Hari tahun 1967. Namun pasca-aneksasi dunia internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai bagian dari Israel.

IBTimes melaporkan, keputusan Pemerintah AS itu mendapatkan tentangan dari negara-negara lain termasuk negara Muslim yang menjadi sekutu negeri adidaya tersebut. Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz yang merupakan sekutu dekat AS mengatakan, deklarasi Yerusalem akan "membahayakan proses perundingan perdamaian dan ketegangan eskalasi di wilayah ini (Timur Tengah)."

BACA JUGA: Jelang Pengumuman Stasus Yerusalem, Pemerintah RI Berharap AS Berubah Pikiran

Kemudian Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan mengatakan bahwa langkah tersebut akan "dimainkan oleh tangan-tengan kelompok teror". Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyampaikan rasa keprihatinan atas keputusan tersebut. Tak ketinggalan, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, keputusan AS tersebut dapat berdampak besar terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini