Terkait Status Yerusalem, Trump Telefon Pemimpin Negara-Negara Arab

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 06 Desember 2017 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 06 18 1825872 terkait-status-yerusalem-trump-telefon-pemimpin-negara-negara-arab-XGtpwykZFB.jpg Presiden AS Donald Trump diingatkan bahwa pengumuman terkait Yerusalem dapat berakibat fatal (Foto: Mike Segar/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya memenuhi janji kampanyenya untuk memindahkan Kedutaan Besar di Israel ke Yerusalem. Langkah tersebut sudah pasti memunculkan reaksi negatif dari sekutu-sekutu Negeri Paman Sam di Timur Tengah, seperti Arab Saudi.

Seorang pejabat senior AS menerangkan, Trump diyakini akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Meski demikian, pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem akan ditunda hingga enam bulan ke depan. Untuk itu, Trump sudah memberi tahu para pemimpin negara-negara Arab.

Dilansir Reuters, Rabu (6/12/2017), Presiden Trump disebut sudah menelefon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, Raja Abdullah dari Yordania, Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi, dan Raja Salman bin Abdulaziz dari Kerajaan Arab Saudi. Sang presiden juga sempat berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan, Presiden Trump akan menyampaikan pidato terkait rencana pengakuan Yerusalem itu pada siang waktu setempat.

“Presiden, bisa saya katakan, sangat solid dalam pemikirannya pada titik ini,” ucap Sanders.

Kabar pemberitahuan Trump terhadap negara-negara Arab itu dikonfirmasi oleh juru bicara Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdainah. Dalam perbincangan tersebut, Abbas mengingatkan Trump akan konsekuensi berbahaya terhadap proses perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan serta dunia.

Sementara itu, Kerajaan Yordania yang mengelola situs suci umat Islam di Yerusalem, menyatakan bahwa pemindahan Kedubes itu akan berakibat fatal bagi kawasan. Pemindahan juga akan mengganggu upaya AS dalam mendorong perundingan damai Israel-Palestina.

Adapun Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa pengumuman status Yerusalem itu akan memicu kemarahan Muslim di seluruh dunia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini