YERUSALEM - Demonstrasi yang digelar rakyat Palestina guna memprotes keputusan Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem hingga kini masih berlangsung. Aksi unjuk rasa tersebut diketahui telah berlangsung selama 5 hari lamanya dan memakan banyak korban.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan Palestina, 4 orang dan lebih dari seribu lainnya terluka tewas selama aksi demo digelar. Sebagaimana dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (12/12/2017), korban luka mencapai 1.632 orang. Mereka yang terluka diketahui terlibat bentrok dengan pasukan Israel.
BACA JUGA: Indonesia dan Eropa Tegaskan Dukungan terhadap Status Quo Yerusalem
Dalam statistik resmi Kementerian Kesehatan Palestina diketahui, 1.327 orang terluka di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem. Di antara korban luka tersebut, 962 di antaranya terluka setelah disemprot gas air mata oleh pasukan Israel. Kemudian 305 lainnya terluka karena peluru karet dan 28 sisanya cidera akibat amunisi senjata api.
Kementerian Kesehatan juga mencatat bahwa 15 warga Palestina terluka karena pemukulan seperti ditabrak dan didorong. Korban luka yang harus dirawat di rumah sakit di Yerusalem mencapai 70 orang. Di sisi lain di Jalur Gaza, jumlah warga yang terluka yaitu 305 orang dengan rincian, 64 orang terluka karena amunisi, 11 orang terluka karena peluru karet, 203 orang terluka karena gas air mata dan 12 lainnya terluka karena hal-hal lain.