nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turun Tahta sebagai Panglima TNI, Elektabilitas Gatot Nurmantyo Meroket untuk Pilpres 2019

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 08:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 12 337 1828921 turun-tahta-sebagai-panglima-tni-elektabilitas-gatot-nurmantyo-meroket-untuk-pilpres-2019-AfcvK9V1ow.jpg Gatot Nurmantyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Turun tahta dari jabatannya sebagai Panglima TNI, nama Gatot Nurmantyo‎ muncul dalam berbagai hasil survey. Beberapa hasil survey menyebut Gatot Nurmantyo memiliki elektabilitas yang cukup tinggi untuk maju di Pilpres 2019.

Hal itu juga diungkapkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting‎, Pangi Syarwi Chaniago. Menurut Pangi, Jenderal bintang empat tersebut berpotensi menjadi lawan politik Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Sebab, dalam beberapa bulan belakangan, Gatot memiliki manuver yang kontroversial‎ melalui statement-statementnya. Hal itu, kata Pangi, yang membuat Jokowi menjadi panik dengan manuver yang dilancarkan oleh Gatot.

‎"Jokowi nampak panik dengan manuver Gatot yang beliau jadikan isu kanan sebagai komoditas politik yang punya effect elektoral. Terbukti elektabilitas Gatot terus tumbuh selama menjadi panglima," kata Pangi saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (12/12/2017).

Pangi berpandangan, lengsernya Gatot sebagai Panglima TNI merupakan langkah Jokowi untuk mengantisipasi manuver yang berlebihan dari mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.

"Jadi engga benar saya kira kalau Jokowi membesar Gatot, membiarkan Gator berselancar dengan isu dan opini publik sehingga berhasil mengambil ceruk pemilih potensial kanan," jelasnya.

Diketahui, Gatot resmi lengser sebagai Panglima TNI digantikan Hadi Tjahjanto pada 8 Desember 2017. Kata Pangi, pemberhentian Gatot sebagai orang nomor satu di tubuh TNI merupakan sesuatu yang janggal.

"Jokowi itu ngak suka matahari kembar, ‎maka Gatot dipecat. Gatot siapa bilang diberhentikan. Itu dipecat, kan maret masa pensiun beliau. Menggapa Desember sudah diberhentikan," tandasnya.‎

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini