DEPOK - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk tidak sekedar mengawasi potensi kecurangan kampanye secara fisik, melainkan juga di dunia maya.
Menurut Tjahjo, belakangan internet dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab dalam menyebarkan berita bohong alias hoax, tak terkecuali pada momen pemilihan umum.
"Sukses Pemilu itu ada 4. Salah satunya, tidak ada kampanye ujaran kebencian. Tidak boleh itu singgung SARA, fitnah baik calonnya maupun tim suksesnya. Kalau sampai ada, saya minta polisi dan Bawaslu untuk ditindak. Kampanye itu kan adu program, adu konsep bagaimana membangun daerah, bagaimana menyejahterakan rakyat," ungkap Mendagri di sela menjadi pemateri dalam Sekolah Partai PDIP di Wisma Kinasih Resort, Tapos Kota Depok, Selasa (12/12/2017).
Ia juga meminta kader partai untuk berani melaporkan jika ada kecurangan atau seseorang yang menyebarkan ujaran kebencian serta fitnah di Medsos.
"Kader partai harus berani melaporkan sehingga polisi bisa melacak. Cepet kok, dalam waktu satu jam sudah bisa terlacak. Memang betul ini negara bebas berekspresi dan berpendapat, tapi bukan berarti boleh mengumbar kebencian dan memfitnah sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan," tandasnya.
Selain tidak boleh ada kampanye negatif, lebih jauh Tjahjo menambahkan, tiga sukses pemilu lainnya adalah stabilitas keamanan terjamin, tingkat partisipasi pololitik masyarakat meningkat dan tidak ada politik uang.
"Soal stabilitas keamanan, peran kepolisian, TNI dan BIN untuk deteksi dini. Tingkat partisipasi politik masyarakat harus meningkat misalnya Pada Pilkada serentak 2015 itu masihb70 persen. 2016 naik jadi 74 persen lalu KPU pada 2018 menargetkan 78 persen. Kemudian Pileg dan pilpres kalau bisa di atas 80 persen," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.