JAKARTA – Minimnya kesadaran akan pentingnya imunisasi terhadap keluarga menjadi faktor utama penyebab penyebaran wabah difteri.
Anggota Komisi IX Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh menuturkan, imunisasi dasar lengkap (IDL) yang merupakan program pemerintah itu belum pernah menyentuh angka 100 persen.
"Ini menunjukkan kita tidak bisa mengatakan anak Indonesia terlepas dari penyakit. Itu karena ternyata IDL saja yang harusnya diberikan kepada anak-anak Indonesia tidak bisa terpenuhi," kata Nihayatul saat menjadi pembicara dalam diskusi Redbons bertajuk “Wabah Difteri, Dampak, dan Antisipasinya” di Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Selasa, (12/12/2017).
Menurutnya, ada berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut tidak bisa terpenuhi. Salah satunya adalah persoalan tenaga medis yang tidak merata.
"Ada persoalan teknis, obat yang tidak selalu tersedia, kemudian akses kesehatannya tidak terjangkau. Bayangkan Papua, Maluku 61 persen IDL karena sulit dijangkau. Ini karena daerahnya sulit diakses, tenaga medis belum menjanggkau," terangnya.
Selain itu, kata Nihayatul, pemahaman masyarakat akan pentingnya imunisasi juga minim. Pun demikan hal tersebut merupakan tanggung jawab negara.
"Pendidikan tentang pemahaman pentingnya ini juga harus dijelaskan masyarakat. Artinya pendidikan tentang pentingnya ini belum diberikan dengan baik," tuturnya.
(Baca Juga: Satu Orang Meninggal, Sumbar Nyatakan KLB Difteri)
Lebih jauh Nihayatul menjelaskan, sosialisasi akan pentingnya imunisasi tersebut tidak hanya menjadi tugas Kemenkes, namun tanggung jawab semua.
"Dulu pernah kerjasama dengan ormas, PKK, NU, Muhammadiyah, berjalan bagus, sekarang tidak ada. Kalau saya lihat, di anggaran itu tidak ada yang melibatkan itu," tutupnya.
(Baca Juga: 4 Orang Meninggal Akibat Terkena Penyakit Difteri di Tangerang)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.