"Saat ini kita sedang galakkan imunisasi serentak di Puskesmas bagi anak berusia dibawah 18 tahun dan sosialisasi pula ke orang tua agar dapat terbuka pemikirannya sehingga mengetahui akan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyakit difteri," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Banten mencatat ada 68 kasus difteri di provinsi itu, di mana delapan orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi Surveillence, Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten, Rostina mengatakan, difteri mewabah salah satunya akibat banyak warga tidak mendapatkan vaksin sejak balita.
"Karena memang cakupan imunisasinya bolong-bolong, banyak yang menolak terjadilah seperti ini. Dari semua kasus difteri ini, hampir 70 persen tidak divaksin, sisanya 30 persen divaksin tapi tidak lengkap. Hanya sekali atau dua kali, kalau yang lengkap 4 kali," ungkapnya
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.