KUBU RAYA – Penetapan status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat saat ini merupakan yang kedua kalinya. Jauh sebelumnya, KLB difteri telah ditetapkan di kabupaten termuda ini pada 2013. Saat itu, kasus difteri di Kubu Raya relatif tinggi ditemukan di Kecamatan Sungai Raya, pusat kabupaten.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kubu Raya, Mahyudin menerangkan, KLB saat itu penderitanya kebanyakan anak usia TK. "Pencegahan virus difteri hanya bisa dilakukan melalui pemberian vaksin imunisasi secara lengkap terhadap anak," terangnya.
Karena itu, lanjut dia, pemberian imunisasi harus terus ditingkatkan. Mahyudin mengakui, di Kubu Raya, booster imunisasi sampai saat ini memang masih relatif rendah. "Ini yang harus ditingkatkan oleh petugas-petugas Puskesmas yang ada," ujarnya.
Daerah yang di-mapping untuk ditingkatkan pelaksanaan imunisasinya, lanjut dia, yakni daerah-daerah yang belum 100% persen melaksanakan Universal Child Immunization (UCI).
(Baca Juga: Soal Wabah Difteri, DPR: Imunisasi Dasar Lengkap Tak Pernah sampai 100%)
"Soal imunisasi di Kubu Raya sampai saat ini memang belum semua masyarakat paham tentang pentingnya vaksinasi tersebut. Bahkan masih ada yang menganggap bahwa imunisasi itu hanya akan membuat anak sakit," bebernya.
(Baca Juga: Satu Orang Meninggal, Sumbar Nyatakan KLB Difteri)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.