Jepang pun semakin kuat karena akademisi Barat mengklaim jumlah korban Nanjing hanya puluhan ribu. Padahal, para sejarawan membantah hal itu dan menyebut pembantaian besar-besaran memang terjadi.
Kini ada lebih dari 100 orang yang masih hidup dari kejadian tersebut. Namun mereka menolak untuk membahas kejadian itu dan berpikir maju dengan tidak menganggu hubungan dagang antara Jepang dan China.
BACA JUGA: China Kecewa PM Abe Kirim Persembahan ke Kuil Yasukuni
Jepang menginvasi China pada 1930-an. Mereka bertempur dalam skala besar antara 1937 dan 1945, hingga Jepang kalah dalam perang dunia kedua. China menderita kerugian besar dalam hidup, mereka marah karena Jepang tidak seperti Jerman, yang berani menebus kesalahannya.
Hubungan kedua negara sempat merosot pada 2005 karena China dipenuhi protes anti-Jepang. Namun para analis mengatakan bahwa pemimpin China yang terobsesi dengan stabilitas sangat takut membiarkan gejolak semacam itu muncul kembali karena berpotensi lepas kendali. (Hotlas Mora Sinaga/Magang)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.