Sementara presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang langsung hadir di rumah duka mengatakan AM Fatwa merupakan sahabat diskusinya dalam memikirkan kondisi bangsa Indonesia ketika 1998. Saat itu, kenang SBY, negara sedang mengalami krisis besar dan mengawali perubahan yang dikenal dengan reformasi.
Ia melanjutkan, AM Fatwa merupakan sosok yang sangat mencintai kebenaran, keadilan, dan demokratis. Hal itu pula yang mengalir dalam pemikiran almarhum.
"Hari ini kita semua berduka karena putra bangsa dipanggil Yang Maha Kuasa. Saya sebagai sahabat Beliau mengucapkan belasungkawa kepada keluarga. Semoga almarhum diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala," ucap SBY usai mendoakan almarhum AM Fatwa.
(Baca: Saat Fadli Zon Ikut Memandikan Jenazah AM Fatwa)