PYONGYANG – Rezim Korea Utara (Korut) memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah mengambil langkah yang sangat berbahaya ke arah perang nuklir dengan mencoba melakukan blokade laut terhadap negara terisolasi itu.
BACA JUGA: Pejabat Rusia Kunjungi Pyongyang, Upayakan Terjadinya Dialog
Berdasarkan laporan Kantor berita Korut, KCNA, Pyongyang akan menganggap blokade yang dijatuhkan sebagai sebuah pernyataan perang akan mengambil tindakan “pertahanan diri tanpa ampun” untuk menghadapinya. Pemerintah Korut juga percaya bahwa blokade apa pun yang dijatuhkan merupakan sebuah pelanggaran kedaulatan dan harga diri negaranya.
Diwartakan RT, Jumat (15/12/2017), menyusul uji coba rudal balistik Korut pada 29 November lalu, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan bahwa Washington memiliki hak untuk melarang “lalu lintas maritim untuk pengiriman barang” baik dari Korut mau pun menuju Korut. Komentar Tillerson itu segera memicu reaksi keras yang disampaikan Pyongyang melalui surat kabar Partai Komunis, Rodong Sinmun.
Reaksi Pyongyang mendapat perhatian dari Presiden Rusia, Vladimir Putin yang memperingatkan AS bahwa saat ini Korut berada dalam posisi di mana mereka tidak punya pilihan lain selain mengembangkan teknologi nuklir dan rudal balistik untuk melindungi dirinya. Dia meminta baik AS mau pun Korut untuk menghentikan tindakan yang meningkatkan ketegangan dan segera kembali ke meja perundingan.
BACA JUGA: Menlu Rusia: Korut Ingin Berunding Langsung dengan AS
Washington mendesak Korut untuk segera menghentikan uji coba persenjataannya sebelum bisa melakukan perundingan dengan AS.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.