Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pearl Hart, Bandit Perempuan Legendaris di Masa Wild West

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 20 Desember 2017 |08:05 WIB
Kisah Pearl Hart, Bandit Perempuan Legendaris di Masa <i>Wild West</i>
Pearl Hart. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

SALAH satu figur legenda di masa wild west adalah seorang bandit perempuan bernama Pearl Hart. Namanya melegenda karena menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi perampok di Amerika Serikat (AS) sepanjang akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pearl Hart terlahir dengan nama Pearl Taylor sekira 1871 di Lindsay, Ontario, Kanada. Ia lahir di tengah keluarga yang cukup terpandang hingga mampu memberikan pendidikan yang baik. Hidupnya menyentuh titik balik pada usia 17, selayaknya seorang remaja yang mencari jati diri.

Ia terpikat oleh pesona seorang penjudi berkharisma bernama Frederick Hart. Bak pasangan dimabuk asmara, keduanya seolah tidak terpisahkan. Hart rela melakukan berbagai pekerjaan demi mempertahankan hubungan meski tidak bisa melepaskan kecanduan judi.

Kebiasaan buruk Frederick Hart itu berdampak cukup masif bagi Pearl Taylor. Ketika keduanya hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat alkohol dan judi, Hart kerap menyiksa Pearl. Pasangan itu sebenarnya dikaruniai dua orang anak, tetapi semuanya dikirimkan Pearl ke ibunya karena tidak memiliki uang yang cukup untuk membesarkan mereka.

Hubungan keduanya pun putus sambung beberapa kali. Pada 1893, pasangan itu berkelana dan bekerja di Chicago World’s Fair dengan harapan mendapatkan pekerjaan di sana. Sepanjang gelaran, Pearl tertarik pada gaya hidup koboi saat menonton Buffalo Bill’s Wild West Show.

Pearl memutuskan untuk mengikuti nalurinya dan keluar dari pekerjaan di World Fair, bersama suaminya, dan seorang pianis bernama Dan Bandman. Dalam sebuah wawancara, Pearl Hart menyebut masa itu sebagai sebuah pencarian jati diri yang sesungguhnya.

“Saya baru berusia 22 tahun. Saya cantik, putus asa, kehilangan semangat, dan siap menghadapi apa pun yang datang. Saya tidak peduli dengan periode hidup pada masa itu. Saya berkelana dari satu kota ke kota lain hingga tiba di Phoenix, Arizona,” tukas Pearl Hart, mengutip dari Vintage News, Rabu (20/12/2017).

Menurut beberapa sumber, selama periode itu Pearl menyukai beberapa hal buruk, termasuk morfin. Ia lantas pindah ke kota tambang Globe, Arizona, ketika Perang Amerika-Spanyol pecah. Di tempat itu, ia menemukan lagi cinta dalam diri seorang pria Jerman bernama Joe Boot.

Pada titik itu, Pearl dan Joe sama-sama tidak punya uang untuk sekadar bertahan hidup. Keduanya lantas memutuskan untuk menyandera dan merampok sebuah kereta kuda yang sedang dalam perjalanan dari Globe menuju Florence pada 30 Mei 1899.

Saat beraksi, Pearl Hart memangkas habis rambutnya serta mengenakan pakaian laki-laki. Ia mempersenjatai diri dengan revolver kaliber 38. Sementara Joe menyandang pistol Colt kaliber 45. Keduanya berhasil membawa kabur uang senilai 431 dolar AS beserta dua senjata api dari tangan korban.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement