Tanah Longsor Tewaskan 90 Orang di Filipina

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Sabtu 23 Desember 2017 14:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 23 18 1835030 tanah-longsor-tewaskan-90-orang-di-filipina-jAfLT8UELP.jpg Badai yang menerpa Filipina menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sekira 90 orang tewas dalam bencana ini. (Foto: Reuters)

MANILA - Badai tropis di Filipina menyebabkan tanah longsor dan menewaskan sekira 90 orang. Polisi dan petugas tanggap bencana juga melaporkan puluhan orang dilaporkan masih hilang. Para korban kebanyakan berada di pulau utama kawasan selatan Mindanao.

"Kami masih mencoba mengonfirmasi laporan tentang adanya desa pertanian yang terkubur tanah longsor," ujar salah satu pejabat setempat di Kota Tubod, Ryan Cabus, seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/12/2017).

Cabus menyebut, listrik dan saluran komunikasi ke kawasan tersebut terputus sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

Biro Cuaca Nasional Filipina menyatakan, badai kuat terdeteksi di atas Laut Sulu. Diketahui, badai ini membawa angin dengan kecepatan hingga 80 km per jam dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan hingga 20 km per jam.

Badai tersebut mengarah ke laut pada tengah hari, Sabtu 23 Desember, dan diperkirakan akan hilang dari Filipina pada Senin 25 Desember.

Petugas darurat, tentara, polisi dan para sukarelawan dikerahkan untuk mencari para korban selamat, membersihkan puing-puing bangunan dan mengembalikan listrik serta jaringan komunikasi.

Sekira 90 kematian dilaporkan dari berbagai wilayah termasuk 39 orang di Kota Tubod, El Salvador dan Munai di Provinsi Lanao del Norte.

Sementara itu, di Provinsi Zamboanga del Norte, polisi mencatat 30 orang meninggal di Kota Sibuco dan enam orang meninggal di Kota Salug.

Tiga orang dilaporkan di Provinsi Bukidnon. Sementara itu, para politikus di Provinsi Lanao del Sur menyebut, 7 orang tenggelam karena banjir hebat di sana.

Selain korban meninggal dunia, 64 orang dilaporkan menghilang akibat terseret arus banjir dan tanah longsor.

Filipina diterpa sekira 20 badai tiap tahun. Puluhan bencana itu menyebabkan kematian dan kerusakan, terutama di kawasan miskin dari negara tersebut.

Pekan lalu, 46 orang meninggal dunia di Filipina Tengah ketika badai menerjang kawasan tersebut. Pada 2013, badai super Haiyan membunuh sekira 8.000 orang dan membuat 200 ribu keluarga kehilangan tempat tinggal.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini