Share

Korut Dijatuhi Sanksi, Trump: Dunia Ingin Perdamaian Bukan Kematian

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 23 Desember 2017 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 23 18 1835059 korut-dijatuhi-sanksi-trump-dunia-ingin-perdamaian-bukan-kematian-4xX8Mo6gs5.jpg Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) kembali menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara (Korut). Langkah tersebut mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump yang mengatakan bahwa dunia menginginkan perdamaian bukan kematian.

BACA JUGA: Dewan Keamanan PBB Berlakukan Sanksi Baru untuk Korea Utara

Rancangan resolusi yang diusulkan AS itu menargetkan pembatasan impor minyak Korut hingga 90%. China dan Rusia, dua negara mitra dagang utama Korut, memilih mendukung resolusi tersebut dalam rapat DK PBB.

“Dewan Keamanan PBB baru saja memilih 15-0 untuk mendukung sanksi tambahan terhadap Korea Utara. Dunia menginginkan perdamaian, bukan kematian,” kicau Donald Trump lewat Twitter, mengutip BBC, Sabtu (23/12/2017).

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, sanksi tersebut mengirim pesan yang jelas kepada Pyongyang bahwa ketidakpatuhan justru akan menambah berat hukuman dan isolasi. Mantan Gubernur South Carolina itu menyebut Korut adalah contoh paling tragis dari setan dunia modern.

BACA JUGA: PBB Sahkan Sanksi Baru untuk Korut, Apa Saja?

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson yakin hukuman baru itu adalah langkah vital menuju pembatasan program senjata nuklir Korut. Mantan Wali Kota London itu senang komunitas internasional sudah menunjukkan kesatuan dalam mengecam tindakan sembrono Korea Utara.

Meski mendukung sanksi, China sekali lagi menekankan bahwa situasi di Semenanjung Korea sangat kompleks dan sensitif. Kementerian Luar Negeri China mengimbau semua pihak untuk menahan diri serta melakukan tindakan aktif demi mengurangi ketegangan.

BACA JUGA: Terungkap! AS Dorong PBB Berlakukan Embargo Minyak terhadap Korut

Sanksi itu semakin menambah tekanan terhadap Korea Utara. Pada November, sanksi yang cukup tegas sudah dijatuhkan. Sanksi di antaranya mencakup larangan impor seluruh gas alam dan kondensat, ekspor produk tekstil, dan ekspor tenaga kerja ke luar negeri.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini