Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang Kembali 13 Tahun Tsunami Aceh

Mengenang Kembali 13 Tahun Tsunami Aceh
A
A
A

JAKARTA - Tiga belas tahun berlalu usai peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Gempa berkekuatan 9,3 SR disusul dengan gelombang tsunami telah menghancurkan bangunan-bangunan di Aceh.

Gempa dengan kekuatan 9,3 SR terjadi sekira pukul 08.00 WIB yang berpusat 160 KM sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 kilometer, ini merupakan gempa bumi terdahsyat yang menghantam Aceh dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Gempa ini juga dirasakan hingga Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Perawatan Kuburan Massal Korban Tsunami Jelang Peringatan 13 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh

Tidak lama setelah gempa terjadi, masyarakat di pesisir Aceh kembali dibuat panik dengan datangnya gulungan air dari pesisir pantai. Ombak tsunami setinggi sembilan meter langsung menyapu bersih sebagian wilayah Aceh. Peristiwa ini tercatat sebagai peristiwa bencana alam terbesar dalam sejarah Abad ke 21, sekitar lebih dari 200 ribu jiwa melayang akibat peristiwa ini.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi (pemprov) Nanggroe Aceh Darussalam menggelar upacara peringatan bencana tsunami Aceh. Salah satunya dengan mengintruksikan kepada masyarakatnya untuk menaikkan Bendera Merah Putih setengah tiang, baik di instansi pemerintah, rumah-rumah penduduk maupun semua pertokoan di Aceh.

Situs Kubah Masjid Tsunami Jadi Wisata Religi

"Kenaikan bendera setengah tiang berlangsung tiga hari, terhitung sejak 25 hingga 27 Desember 2017 dalam rangka mengenang tragedi tsunami menerpa Aceh pada 26 Desember 2004," kata Sekda Aceh Barat, Bukhari di Meulaboh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement