JALUR GAZA – Pemimpin gerakan Islam Hamas, Ismail Haniyeh, meminta pihak-pihak terkait agar membentuk strategi untuk menggagalkan klaim Amerika Serikat dan Israel di Yerusalem. Strategi itu, kata Haniyeh, harus mempersatukan Palestina, Arab, dan Islam dalam sebuah program untuk menghadapi keputusan terkait Yerusalem.
Dilaporkan oleh Xinhua, Rabu (3/1/2018), Haniyeh juga meminta negara-negara lain di wilayah Timur Tengah pendukung Palestina dan penentang klaim Amerika Serikat yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel, untuk bergabung dengan mereka dalam strategi terpadu.
"Strategi ini membutuhkan kita untuk bergerak dalam dua jalur, yaitu untuk menyatakan kematian apa yang disebut proses perdamaian dan yang lainnya adalah mengakhiri semua jenis normalisasi dengan Zionis," kata pemimpin Hamas tersebut.
BACA JUGA: Israel Persulit Syarat Penyerahan Yerusalem ke Palestina
Haniyeh juga mengatakan bahwa baik Presiden Amerika Serikat Donald Trump maupun partai yang berkuasa di Israel ‘tidak dapat mengubah identitas atau ciri-ciri Yerusalem, yang selalu memiliki citra dan identitas Palestina, Arab, dan Islam’.
Dalam sebuah pemungutan suara, parlemen Israel mengeluarkan sebuah amandemen yang akan mempersulit penyerahan bagian-bagian Yerusalem Timur dalam kesepakatan damai di masa depan dengan orang-orang Palestina. Perundangan baru ini juga cenderung meningkatkan ketegangan yang dipicu oleh deklarasi Presiden Trump tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember.
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Pengakuan tersebut memicu protes besar-besaran dari seluruh dunia karena status Yerusalem seharusnya ditentukan lewat perundingan antara Israel dengan Palestina sebagai pihak yang bertikai.
Sekadar diketahui, Yerusalem merupakan kota suci bagi tiga keyakinan yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Yerusalem menjadi kota yang kerap diperebutkan abadi antara Israel dengan Palestina. Israel mengklaim seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota yang sah, sementara Palestina menginginkan wilayah Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika diakui sebagai negara merdeka kelak.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.