Setelah Kolera, Yaman Kini Dihantui Wabah Difteri

Putri Ainur Islam, Okezone · Kamis 04 Januari 2018 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 04 18 1840232 setelah-kolera-yaman-kini-dihantui-wabah-difteri-OJYTyWnWGm.jpg Dokter di Yaman yang memeriksa seorang anak yang diperkirakan terjangkit difteri. (Foto: Reuters)

SANAA - Sedikitnya 471 orang di Yaman diyakini terinfeksi difteri. Satu orang dari 10 di antaranya tewas sejak wabah difteri dimulai pada pertengahan Agustus 2017. Hal tersebut disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO).

Yaman, salah satu negara termiskin di negeri Arab, terlibat dalam perang proxy antara gerakan bersenjata Houthi yang bersekutu dengan Iran dan koalisi militer yang didukung Amerika Serikat yang dipimpin oleh Arab Saudi.

PBB bahkan menyebut bahwa krisis yang terjadi di Yaman merupakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Krisis tersebut dapat dikatakan sebagai krisis terburuk di dunia karena sebanyak 8 juta orang di ambang kelaparan.

BACA JUGA: ICRC Klaim Wabah Kolera di Yaman Capai Satu Juta Kasus

Dilansir dari Reuters, Kamis (4/1/2018), daerah Ibb dan Al-Hodeidah adalah yang paling parah terkena wabah difteri. Wabah penyakit tersebut menyebar melalui kontak fisik dan pernapasan, juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan untuk menanggapi sebuah pertanyaan dari wartawan.

"Rasio kematian keseluruhan kasus adalah 10 persen," katanya, mencatat bahwa 46 korban tewas telah tercatat pada 2 Januari.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman pada Selasa 2 Januari menepis sebuah laporan bahwa pihaknya melakukan pemblokiran bantuan dan pasokan kebutuhan dasar.

BACA JUGA: Koalisi Saudi: Laporan 1 Juta Penderita Kolera di Yaman Berlebihan

Bahkan sebuah laporan mengatakan bahwa dalam empat bulan terakhir, para dokter di seluruh Yaman telah mencatat setidaknya 380 kasus difteri, sebuah penyakit yang dibawa oleh bakteri yang terakhir muncul di negara tersebut pada 1992.

Penyebaran difteri, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, semakin meluas akibat kelaparan. Tak hanya difteri, kolera juga mewabah di Yaman. Kasus kolera juga merupakan wabah terburuk yang pernah tercatat, dengan lebih dari 1 juta kasus dan 2.227 kematian sejak April 2017.

WHO telah mengirimkan antibiotik dan botol antifoksin difteri ke daerah yang terkena dampak dan membantu mendirikan pusat perawatan. Vaksin ini telah memvaksinasi anak-anak di sekitar Ibb.

Sistem kesehatan Yaman hampir roboh, dengan persediaan obat-obatan medis yang kronis, tingkat imunisasi yang rendah, dan sebagian besar petugas kesehatan tidak dibayar sepanjang perang.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini