Image

Militan Abu Sayyaf Penggal Kepala Sepasang Suami-Istri

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018, 18:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 05 18 1840766 militan-abu-sayyaf-penggal-kepala-sepasang-suami-istri-h6a53RKaRq.jpg Kelompok militan, Abu Sayyaf di Filipina. (Foto: AFP)

BASILAN - Kelompok militan radikal, Abu Sayyaf, dilaporkan kembali memenggal kepala dua warga sipil yang menjadi tawanan mereka. Eksekusi tersebut diketahui berlangsung di sebuah desa terpencil di Pulau Basilan, Filipina Selatan.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat militer, Brigjen Juvymax Uy, yang tergabung dalam pasukan khusus Satuan Tugas Bersama Basilan (JTFB). Berdasarkan keterangan Juvymax, dua orang yang dipenggal merupakan sepasang suami-istri bernama Abdurahim Kituh dan Nadzwa Bahitla.

BACA JUGA: Militan Abu Sayyaf Penggal Kepala Seorang Tentara Filipina

Pasangan yang diketahui merupakan warga Kota Isabela itu dipenggal pada Kamis 4 Januari siang waktu Filipina. Sebagaimana dinukil dari The Star, Jumat (5/1/2017), sepasang suami-istri malang itu dibunuh usai dicurigai memberi informasi terkait persembunyian para militan kepada pihak militer.

Mereka diculik sebelum dibunuh. Juvymax menambahkan, mayat keduanya ditemukan tergeletak begitu saja di desa.

Ini bukan pertama kali Kelompok Abu Sayyaf memenggal atau membunuh sandera mereka. Kelompok yang terbentuk pada 1990-an ini terkenal kerap menculik demi uang tebusan dan terkenal tak segan-segan untuk membunuh sandera mereka.

Tak hanya mengincar warga lokal sebagai korban penculikan, mereka juga kerap menargetkan warga negara asing.

BACA JUGA: Kelompok Abu Sayyaf Penggal 7 Penebang Kayu

Beberapa korban penculikan asing dipenggal tahun lalu setelah gagal membayar uang tebusan yang mencapai jutaan dolar Amerika. Di antara mereka yang dieksekusi berasal dari Vietnam, Kanada dan Jerman.

Pihak berwenang Filipina mengatakan bahwa kelompok teroris tersebut menahan lebih dari 20 sandera yang setengahnya adalah warga negara asing. Para korban penculikan disandera di wilayah berbeda seperti di lembah Basilan dan Sulu yakni dua provinsi yang berada di lepas pantai selatan Mindanao. Hingga kini otoritas Filipina masih terus berjuang melawan kelompok yang populer dengan kekejamannya tersebut.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini