Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Peristiwa Kekerasan Seksual pada Anak, Semuanya Bikin Geleng-Geleng Kepala

Aisyah Minerva Puspasari , Jurnalis-Senin, 08 Januari 2018 |15:58 WIB
5 Peristiwa Kekerasan Seksual pada Anak, Semuanya <i>Bikin</i> Geleng-Geleng Kepala
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kian marak terjadi. Angkanya terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendata, terdapat 218 kasus kekerasan seksual anak pada 2015. Sementara pada 2016t erdapat 120 kasus dan 116 kasus di 2017.

Berikut sejumlah kasus kekerasan seksual pada anak:

1. Kekerasan Seksual Ayah Kepada 2 Anak Kandungnya

Ulah Sumadi (51) warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai seorang ayah tak patut dicontoh. Dia tega mencabuli dua putri kandungnya FR (13) dan M (18).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pencabulan itu terjadi pada Agustus 2017 lalu, saat korban sedang berada di dalam kamar, sedang istrinya tengah pergi. Kesempatan itu digunakan pelaku untuk berbuat bejat terhadap anak kandungnya.

(Baca juga: Diberi Obat Bius, Ayah Kandung Cabuli 2 Anak Gadisnya)

"Korban FR disetubuhi pelaku sebanyak dua kali. Pelaku memberi air mineral yang diduga telah dicampur bius, " ujarnya saat dikomfirmasi, Jumat (22/9/2017).

Menurut Bismo, korban yang meminum air tersebut langsung tak sadarkan diri. Usia mencabuli FR, pelaku mengancam korban akan dibunuhnya bila memberitahukan ke ibu dan kakaknya.

2. Bocah Berperan Dalam Video Porno, Diduga Dipaksa oleh Ibu Kandungnya

Belakangan ini ramai dibicarakan berdedarnya video porno yang terdapat 3 anak laki-laki dibawah umur beradegan panas dengan seorang wanita dewasa. Kasus ini disebut-sebut ada keterlibatannya dengan salah satu orangtua bocah yang ada dalam video itu. Menurut keterangan yang digali polisi, bocah tersebut sempat menolak melakukan adegan tak pantas itu.

(Baca juga: Ini Jumlah Bayaran untuk Pemeran Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)

Seorang Ibu yang bernama Susanti itu terdengar suaranya dalam video. Diketahui, si ibu menunggu anaknya saat rekaman. Ketiga korban dalam kasus ini, di antaranya berinisial DN (9), SP (11) dan RD (9). Para korban di iming-imingi mendapat uang sebesar Rp200-Rp300 ribu.

3. Kekerasan Seksual Ayah Terhadap Anak Kandung Selama 5 tahun

Seorang ayah berinisial R (35), tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih duduk di bangku SMP atau berusia 14 tahum. R diketahui sudah melakukan perbuatan bejatnya kepada anaknya selama 5 tahun terakhir.

(Baca juga: Selama 5 Tahun, Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya)

Kejadian bermula saat sang anak melihat adegan ciuman di film Korea, korban dihukum dan dimarahi lalu diminta untuk membuka baju, dan terjadilah persetubuhan. Pelaku mengaku melakukan aksi bejatnya saat korban masih berada di kelas 4 SD.

4. Eksploitasi Seks Bocah Penjual Tissu

Seorang pria yang berprofesi sebagai koki di sebuah restoran, yang merupakan WN Jepang bernama Ando Akira (49) diduga terlibat eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Akira terbukti mencabuli dua orang bocah inisial NC (12) dan JC (12), penjual tisu di sebuah hotel kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

(Baca juga: WN Jepang Ando Akira Ditangkap karena Eksploitasi Seks Bocah Penjual Tisu)

Diketahui pelaku mendapat korban di bawah umur itu dari seorang mucikari, 'Mamih' berinisial D (51) yang telah ditangkap sebelumnya oleh polisi atas kasus yang sama, menjual anak dibawah umur. Para korban dijual oleh Mamih D seharga Rp2 juta dan mendapat komisi sebesar Rp400 ribu.

5. Kekerasan Seksual Babeh Terhadap 41 Anak

Seorang guru honorer Wawan Setiono alias Babeh (49), diduga melakukan kekerasan seksual ‎berupa sodomi kepada 41 bocah di Tangerang. Motif pelaku dalam melakukan aksi bejatnya adalah, memberi ilmu ajian semar mesem yang bisa mengobati penyakit. Syaratnya mereka harus bayar atau mau disodomi. Akibat perbuatannya, Babeh dihukum seumur hidup.

(Baca juga: KPAI: Babeh Penyodomi 41 Anak Layak Dihukum Kebiri!)

Pertama kali babeh melakukan aksinya di gubuk yang terletak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Lalu ia membangun gubuk baru di Desa Sukamanah lantaran ada warga yang membakar gubuk lamanya.

Satu persatu korban mulai melaporkan aksi bejatnya, hingga saat ini sudah terkumpul sebanyak 41 orang anak dibawah umur.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement