Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Longsor Es Tenggelamkan 9 Kota di Peru

Griska Laras Widanti , Jurnalis-Rabu, 10 Januari 2018 |06:02 WIB
Tragedi Longsor Es Tenggelamkan 9 Kota di Peru
Ilustrasi longsoran salju (Foto: World Atlas)
A
A
A

RUNTUHNYA gletser raksasa di gunung berapi mati di Peru memicu sebuah tragedi bencana alam. Bencana tersebut memusnahkan 9 kota, 7 desa, dan merenggut lebih dari 4.000 nyawa.

Tragedi tersebut terjadi di Gunung Huascaran, salah satu gunung di barisan pegunungan Andes. Gunung itu memiliki tinggi 22.000 kaki (6.768 meter) dari permukaan laut. Banyak pemukiman dibangun di lembah pegunungan dan penduduknya bertani di lembah Rio Santa.

Sore hari pada 10 Januari 1962, semua orang sedang berkumpul di rumah masing-masing untuk makan malam. Tiba-tiba, sebuah gletser berukuran dua pencakar langit patah dan meluncur menuruni lereng gunung. Jatuhnya bongkahan es raksasa seberat 6 juta ton menghasilkan dentuman keras hingga terdengar ke beberapa kota di bawahnya.

Runtuhan salju merupakan sesuatu yang umum terjadi di kawasan tersebut. Biasanya gletser memerlukan waktu 20-30 menit untuk sampai ke pemukiman penduduk. Namun, longsor kala itu hanya memakan waktu tujuh menit untuk menempuh jarak 152 km. Beberapa pemukiman tersapu dan tenggelam. Kota Ranrahirca dan Huarascucho terkubur sedalam 12 meter oleh salju yang telah bercampur dengan lumpur, pohon, bebatuan, dan puing-puing lainnya. Hanya segelintir orang selamat dari kejadian nahas itu.

Melansir dari History, Rabu (10/1/2018), es tersebut terus bergerak dan bermuara di Sungai Santa. Ironis, besarnya volume salju membuat aliran sungai mandek dan menyebabkan banjir di beberapa daerah terdekat.

Sebanyak 4.000 nyawa terenggut dalam bencana tak terduga itu. Kebanyakan jasad korban tewas tertimbun di bawah longsoran dan tak pernah ditemukan. Beberapa di antaranya terseret aliran es hingga Samudera Pasifik, dekat Chimbote sejauh 160 kilometer. Bencana itu tak hanya memusnahkan manusia, tetapi juga memusnahkan 10 ribu ternak dan tanaman. Kerugian ditaksir mencapai jutaan dolar.

Sayangnya longsor besar itu bukan yang terakhir dan satu-satunya. Delapan tahun berselang, sebuah gempa tektonik memicu bencana serupa di wilayah yang sama.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement