LAHORE - Dua warga sipil terbunuh saat petugas keamanan Pakistan menembakkan peluru untuk membubarkan kerumunan orang yang menyerang sebuah kantor polisi dalam sebuah unjuk rasa memprotes kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis berusia 7 tahun. Beberapa waktu lalu polisi menemukan jasad Zainab Ansari di tempat pembuangan sampah di Kota Kasur, Pakistan Timur, empat hari setelah dia dilaporkan hilang.
Kasus tersebut merupakan kejadian ke-12 yang melibatkan penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis di distrik Kasur sejak 2017. Warga sangat marah pada pihak berwenang atas apa yang mereka lihat sebagai kegagalan untuk menyelidiki kasus-kasus tersebut.
Juru bicara provinsi Punjab Pakistan, Malik Muhammad Ahmad Khan, mengatakan bahwa unjuk rasa tersebut berubah menjadi tindak kekerasan dan penyerangan sebuah kantor polisi setempat.
"Mereka mulai melempar batu ke kantor dan beberapa pengunjuk rasa yang bersenjata menembakkan peluru ke polisi. Untuk menghentikan mereka, polisi menggunakan tembakan udara," kata Khan, dilansir dari Reuters, Kamis (11/1/2018).
Penduduk setempat mengatakan bahwa polisi menanggapi pengunjuk rasa dengan tidak semestinya. Bahkan akibat penanganan polisi yang tidak tepat menyebabkan dua pengunjuk rasa tewas dan seorang lainnya cedera.
"Sebuah demonstrasi damai sedang berlangsung, beberapa siswa melemparkan batu dan polisi menanggapi dengan menembaki kerumunan. Situasi hukum dan ketertiban di sini benar-benar buruk dan ada banyak insiden semacam itu. Itulah yang menimbulkan sebuah protes," kata salah seorang pengunjuk rasa, Saleem ur Rehman.
Polisi menyangkal mereka telah longgar dalam menyelidiki penculikan anak-anak. Petugas polisi setempat, Zulfiqar Hameed, mengatakan bahwa empat penculik telah ditangkap dan satu lagi tewas dalam usaha penangkapan.
"Investigasi mengungkapkan bahwa dalam setiap kasus seorang paedofil menculik gadis kecil, memperkosa mereka, dan membunuh mereka," katanya.
Orangtua Ansari, yang tidak berada di negara tersebut saat anak perempuan mereka diculik, kembali pada Rabu 10 Januari.
"Saya ingin keadilan! Saya ingin keadilan!" teriak ibu korban sambil menangis, dikelilingi oleh wartawan di bandara internasional di ibu kota Islamabad.
Kasus Ansari telah menarik perhatian pemimpin sipil dan militer negara tersebut. Kepala Menteri Punjab, Shahbaz Sharif meminta tindakan segera.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.