Bamsoet Calon Kuat Ketua DPR Aktif di Pansus Angket KPK, Ini Kata JK

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 18:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1844245 bamsoet-calon-kuat-ketua-dpr-aktif-di-pansus-angket-kpk-ini-kata-jk-gZVasuhTOu.jpg Wapres JK. (Foto: Antara)

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) digadang-gadang menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang kini sedang dalam proses hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi E-KTP.

Bamsoet diketahui aktif di Pansus Angket KPK yang kerap dianggap sebagai alat untuk melemahkan lembaga antirasuah, kendati hal tersebut dibantah oleh pihak ‎Pansus.

Terkait hal ini, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menganggap hal tersebut tak perlu dipersoalkan. Pasalnya, memang sudah jadi hak Parlemen untuk membentuk angket.

"Ya enggak apa-apa, itu hak DPR bikin hak angket," kata Kalla usai mengukuhkan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Menurut dia, tidak ada hubungannya antara Pansus Angket KPK dan posisi Ketua DPR. Ia mengatakan, semangat hak angket ialah memberikan saran dan masukan soal apa yang perlu diperbaiki oleh lembaga antirasuah.

(Baca juga: Kemungkinan Besar Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR Gantikan Setya Novanto)

"Enggak ada hubungannya antara melemahkan KPK dengan menjadi Ketua DPR. Hak angket kan hanya memberi saran soal apa yang perlu diperbaiki," terang Kalla.

Kendati begitu, ia tak mau mengomentari terlalu jauh ikhwal siapa sosok yang tepat menjadi Ketua DPR dari kader Golkar. Ia menyerahkan sepenuhnya pada pengurus partai berlambang pohon beringin itu.

"Nantilah kalau sudah pasti, DPP Golkar nanti yang menentukan, saya hanya melihat," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin mengatakan, kemungkinan besar Bamsoet bakal menjadi Ketua DPR menggantikan Novanto. Meski begitu, Mahyudin mengatakan Partai Golkar masih menunggu keputusan dan pengumuman resmi dari Ketua Umum Partai Golkar terkait kabar penunjukkan ini, melalui rapat pleno DPP Partai Golkar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini