Image

Otoritas Palestina Gelar Pertemuan Besar untuk Bahas Tanggapan Resmi Terkait Yerusalem

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018, 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 13 18 1844492 otoritas-palestina-gelar-pertemuan-besar-untuk-bahas-tanggapan-resmi-terkait-yerusalem-WtRebgLbwL.jpg Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)

RAMALLAH - Para pejabat tinggi Palestina dilaporkan akan menggelar pertemuan besar di Ramallah hari ini. Pertemuan tersebut diselenggarakan guna membahas tanggapan yang tepat atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pejabat Palestina mengatakan, pada pertemuan itu terdapat beberapa opsi atau pilihan yang perlu dipertimbangkan. Langkah ini diambil Palestina untuk mempertanyakan tentang upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang nampaknya semakin menemui jalan buntu.

BACA JUGA: Israel Persulit Penyerahan Yerusalem Timur, Pemimpin Hamas Akan Bentuk Strategi

Sebagaimana diwartakan Asharq Al-Awsat, Sabtu (13/1/2018), pertemuan Dewan Pusat Palestina ini rencananya akan digelar selama dua hari atau sampai dengan Minggu 14 Januari. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dijadwalkan untuk membuka pertemuan itu dengan sebuah pidato singkat.

Seorang pejabat senior dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ahmed Majdalani mengatakan, sebuah komite akan dibentuk pada pertemuan itu untuk merumuskan tanggapan terhadap pengumuman Trump. Komite ini nantinya juga bertugas untuk merekomendasikan upaya lain guna memperbaiki hubungan Israel dan Palestina.

BACA JUGA: AS Ancam Cabut Bantuan, Palestina: Yerusalem Tidak untuk Dijual

Salah satu saran yang nantinya akan disampaikan kepada Negeri Paman Sam yaitu permintaan untuk menangguhkan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebagaimana diketahui keputusan AS terkait Yerusalem ini telah memicu kecaman dunia internasional yang menilai hal tersebut hanya bisa diputuskan melalui diskusi.

Aksi unjuk rasa pun pecah di Palestina dan kerap berakhir bentrok hingga membuat puluhan orang tewas.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini