KPK: Proses Hukum Secepatnya meski Fredrich Yunadi Ajukan Sidang Etik ke Peradi

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 05:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 13 337 1844411 kpk-proses-hukum-secepatnya-meski-fredrich-yunadi-ajukan-sidang-etik-ke-peradi-mqqBmewjbd.jpg Jubir KPK Febri Diyansyah (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses hukum terhadapa Fredrich Yunadi akan berjalan dengan cepat. Terkait dengan pengajuan sidang etik ke Perhimpunan pengacara Indonesia (Peradi) juru bicara KPK Febri Diyansyah mengaku belum tahu soal langkah mantan pengacara Setya Novanto itu. 

Meski demikian, Febri menegaskan tetap menghormati setiap proses etik yang dilakukan mantan Fredrich Yunadi. KPK mengaku melakukan penangkapan karena sudah memiliki bukti yang kuat. Fredhrich Yunandi sebagaimana hasil kerja tim penyidik KPK diduga keras telah melakukan tindak pidana yaitu menghalangi-halangi dalam kasus korupsi E-KTP Setya Novanto. 

"Silakan saja, Fredrich Yunadi melakukan hal tersebut, KPK menghargai apapun proses etik atau klarifkasi internal seperti itu," ujar Febri, Sabtu (13/1/2018).

 (Baca: Miliki Bukti Halangi Penyidikan Setnov, Dasar KPK Tangkap Fredrich Yunadi)

Untuk diketahui, Kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa mengatakan, pihaknya akan mengajukan surat pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan kliennya ke Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Merespons surat dari kuasa Fredrich, Peradi rencananya akan menggelar sidang etik terhadap Fredrich pekan depan.

Febri menjelaskan, meski Fredrich mengajukan sidang etik ke Peradi, KPK akan tetap melanjutkan proses hukum terhadap Fredrich yang diduag melakukan perintangan penyidikan Setya Novanto atas kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik. Terlebih KPK kata Ferbi, memiliki bukti yang kuat dan proses hukum akan dijalankan secara transparan.

"Proses hukum Frederick Yunadi akan secara cepat dilakukan," tuturnya.

 (Baca juga: KPK Jemput Paksa Fredrich Yunadi)

Sebelumnya, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) telah menerima surat permohonan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik dari Fredrich Yunadi, pada Jumat 12 Januari 2018. Rencananya, Peradi akan menggelar sidang etik terhadap Fredrich pekan depan.

"Surat dari tim hukum saudara Fredrich hari ini baru kita terima. Rencananya Komwas (Komisi Pengawasan) Advokat akan pleno minggu depan," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Peradi, Victor W Nadapdap.

Sekadar diketahui, Fredrich Yunadi telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Keduanya ditetapkan tersangka terkait dugaan menghalangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, dengan tersangka Setnov.

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimaesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini