Image

PAN: Ketua DPR Baru ‎Harus Bisa Jadi Jubir Parlemen

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 13:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 337 1844705 pan-ketua-dpr-baru-8206-harus-bisa-jadi-jubir-parlemen-vSTFyLaG9E.jpg Ilustrasi DPR (Foto: Ist)

JAKARTA - Partai Golkar berencana mengumumkan nama ketua DPR RI pengganti Setya Novanto besok, Senin 15 Januari 2018. Sosok pengganti Setya Novanto diharapkan mampu menjadi juru bicara parlemen karena ia harus bisa meny‎uarakan aspirasi dan persoalan masyarakat yang ada di seluruh penjuru Tanah Air.

"Ketua DPR harus menjadi juru bicara dalam menyuarakan aspirasi dan persoalan yang ada di masyarakat. Ketua DPR itu kan disebut sebagai speaker of the house (juru bicara parlemen). Wajar jika Ketua DPR banyak bicara dan bersuara atas nama masyarakat," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada Okezone, Minggu (14/1/2018).

Politisi PAN itu mengatakan, bahwa Ketua DPR yang baru nantinya juga harus menjadi sosok yang mampu memberikan motivasi bagi para wakil rakyat lainnya agar dapat bekerja menjadi lebih baik. (Baca Juga:

(Baca Juga: Bamsoet Calon Kuat Ketua DPR Aktif di Pansus Angket KPK, Ini Kata JK)

Selain motivasi, lanjut dia, sosok Ketua DPR yang akan ditunjuk partai beringin juga harus mampu mengerti persoalan setiap anggota DPR serta memberikan apresiasi bila kinerjanya dinilai baik.

"‎Sehingga Ketua DPR itu mampu mengerti dengan setiap permasalahan yang ada," jelasnya.

Menurutnya, bila para wakil rakyat merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya akan berdampak pada kualitas kinerja DPR yang akan meningkat. ‎"Sebab, jika anggota merasa nyaman dengan lingkungan kerja, dipastikan kualitas kerja juga akan meningkat," ujarnya.

(Baca Juga: Kemungkinan Besar Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR Gantikan Setya Novanto)

Soal siapa yang akan menjadi ketua DPR, Saleh memilih menyerahkannya kepada partai berlambang pohon beringin itu. Apalagi di Golkar memang banyak kader-kader yang potensial untuk menjadi pimpinan.

"Semua menunggu keputusan pucuk pimpinan di Partai Golkar,"‎ pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini