MANILA - Aliran lava merah yang menyala terlihat mengalir menuruni lereng Gunung Mayon, Filipina, pada Selasa 16 Januari pagi waktu setempat. Sebelumnya otoritas setempat telah memberikan peringatan bahwa gunung tersebut akan memunculkan letusan yang berbahaya.
Cairan lava beberapa kali terlihat mengalir di beberapa tempat, namun pihak Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menyatakan jika Gunung Mayon meletus akan menyerupai air mancur. Lava tersebut mengalir hingga 2 kilometer (km) dari kawah. Sedangkan materi lain seperti abu vulkanik tertiup hingga kejauhan 2 km dan jatuh ke daerah sekitar.
BACA JUGA: Gunung Mayon di Filipina Erupsi, 12 Ribu Orang Diminta Mengungsi
Dilansir dari Telegraph, Selasa (16/1/2018), hampir 15.000 orang telah meninggalkan zona bahaya dalam jarak 6 sampai 7 km dari Gunung Mayon. Beberapa lembaga yang menangani gunung berapi sangat menyarankan warga sekitar Gunung Mayon untuk tidak memasuki wilayah tersebut.
Beberapa aliran piroklastik kecil dihasilkan oleh fragmen-fragmen di aliran lava dan bukan oleh ledakan dari lubang kawah, seperti yang terjadi pada Gunung Pinatubo. Hal tersebut disampaikan oleh Renato Solidum yang mengepalai sebuah institut gunung berapi.
Aliran piroklastik adalah gas super panas dan puing-puing batu vulkanik yang bisa membelah lereng dan membakar segala sesuatu yang ada di jalan mereka dan dikhawatirkan dapat menimbulkan letusan besar.
BACA JUGA: Gunung Mayon di Filipina Akan Timbulkan Letusan Bahaya dalam Beberapa Hari