Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Konflik Hanura, Wiranto: Enggak Usah Dibikin Ramai

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 21 Januari 2018 |14:48 WIB
Soal Konflik Hanura, Wiranto: Enggak Usah Dibikin Ramai
A
A
A

"Ada koridor hukum AD/ART untuk menampilkan kehendak mereka. Harus ditampung mangkanya nggak usah diributkan ke sana kemari, (cukup) dengan kearifan kita dengan hati nurani. Engggak usah ikut campur, termasuk Anda (wartawan) sekalian, enggak usah bikin ramai," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengurus DPD dan DPC Partai Hanura kubu Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua Umumnya, Oesman Sapta Odang (OSO). Mereka menggelar Munaslub dan memutuskan melengserkan OSO dari jabatannya. Setelah itu, mereka memilih Daryatmo sebagai Ketua Umum Hanura menggantikan OSO.

Silang pendapat antar dua kubu ini pun tak terhindarkan. Teranyar, kepengurusan Hanura kubu Daryatmo dan Sarifuddin Sudding menyatakan dukungannya untuk Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Wiranto mengaku tidak bisa memebendung kader-kader Hanura yang melayangkan mosi tidak percaya untuk melengserkan OSO. Pasalnya, pelengseran OSO dari jabatannya dilakukan sesuai dengan AD/ART, yakni 27 dari 34 DPD Hanura menyetujui hal tersebut melalui Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).

"Jadi ini masalah kepemimpinan, saya tidak bisa cegah. Dari 34 DPD, ada 27 yang tidak sepakat dengan Ketum. Itu ada penampungan pendapatnya melalui AD/ART. Itu hak politik pemilik partai. Pemilik partai itu adalah para anggota. Jadi sebetulnya ini bagian dari dinamika organisasi," tutur dia.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement