RAMALLAH - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengumumkan penolakannya terhadap setiap inisiatif perdamaian Amerika Serikat kecuali Negeri Paman Sam menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Amerika tidak dapat lagi bertindak sebagai perantara jujur dalam negosiasi antara Palestina dan Israel setelah deklarasi ilegal Yerusalem," ungkap Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif PLO Saeb Erekat, dikutip dari Xinhua, Kamis (25/1/2018).
Erekat menekankan bahwa Pemerintah Amerika Serikat merongrong proses perdamaian dengan melanggar hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebelumnya seorang pejabat Amerika Serikat mengumumkan bahwa Washington berharap untuk mengajukan sebuah rencana untuk perdamaian antara Palestina dan Israel pada 2018 yang disetujui oleh kedua belah pihak.
BACA JUGA: AS Buka Kedubes di Yerusalem Akhir 2019
Selain itu, Erekat juga menyatakan bahwa jika Amerika Serikat secara aktif memutuskan untuk mengabaikan hukum internasional dan negara-negara lain mengizinkan Washington untuk mengutak-atik hukum internasional, Amerika Serikat harus bertanggung jawab terhadap konsekuensi politik, hukum, dan moral. Erekat juga mengatakan bahwa Amerika Serikat "mendiskualifikasi dirinya sendiri sebagai peran apa pun dalam setiap inisiatif untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi"
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Selasa 23 Januari, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengatakan bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem pada akhir 2019. Pernyataan itu disampaikan orang nomor dua di Negeri Paman Sam saat berkunjung ke Parlemen Israel di Tel Aviv.
BACA JUGA: Bertemu Wapres AS, Raja Yordania Tegaskan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Pidato Mike Pence diinterupsi oleh anggota-anggota parlemen Israel dari suku Arab. Mereka kompak mengangkat tulisan dalam bahasa Arab dan Inggris yang mengatakan ‘Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina’. Para anggota parlemen tersebut lalu dikawal keluar dari ruangan.
Pence juga menekankan dukungan Gedung Putih kepada Israel dan menegaskan bahwa Washington tidak akan memberikan kesepakatan nuklir Iran kecuali jika pemantauan pelanggaran oleh Iran diperketat.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.